Latsarmil Jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, Kemhan: Materi Militer Dihapus

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan mengubah format Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan tersebut dilakukan setelah Kemhan melakukan evaluasi pelaksanaan program.
"Kemhan menghormati masukan dari Komnas HAM, koalisi masyarakat sipil, maupun berbagai pihak lainnya. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Dari hasil evaluasi sebelumnya, pihaknya membuat format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Di mana pembelajaran difokuskan mulai dari pembentukan karakter sampai kesiapan manajerial.
"Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil sudah dievaluasi dan tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, dengan fokus pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, kerja sama, dan kesiapan manajerial peserta," jelasnya.
Rico menjelaskan, evaluasi juga dilakukan terhadap materi pelatihan. Seperti materi yang bersifat teknis dan taktis militer telah dihapus, termasuk latihan menembak. Selain itu, intensitas aktivitas fisik dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang merupakan warga sipil.
Baca Juga: Fokus Pembenahan Latsarmil, Pemerintah Evaluasi Pembekalan Mental Manajer Koperasi Merah Putih
"Sebagai bagian dari evaluasi, materi teknis dan taktis militer telah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak. Intensitas fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil. Aspek kesehatan, pemantauan peserta, dan mekanisme rujukan medis juga diperkuat," ucapnya.
Pihaknya menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas dalam pelaksanaan program yang telah diperbarui tersebut. Kemhan juga memastikan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan untuk penyempurnaan kegiatan.
"Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama. Kemhan tetap terbuka terhadap masukan publik dan terus melakukan penyesuaian agar kegiatan berjalan lebih aman, proporsional, dan sesuai tujuan program," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









