Mensos Pastikan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Hanya Melatih Kedisiplinan, Bukan Semi Militer

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memberikan klarifikasi terkait pelibatan taruna akademi militer (akmil) dalam Program Sekolah Rakyat.
Saifullah memastikan bahwa kehadiran para taruna tersebut bukan bentuk pelibatan secara struktural. Langkah ini merupakan harapan Kementerian Sosial agar para taruna dapat menjadi teladan langsung bagi para siswa.
"Taruna-taruna akmil itu bisa memberikan contoh kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat yang juga sekolahnya berasrama. Bagaimana bangun pagi, membersihkan tempat tidur, membersihkan peralatan-peralatan atau perlengkapan-perlengkapan yang mereka punya. Bagaimana kemudian mereka memakai sepatu, memakai seragam," jelasnya, dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Saifullah menjelaskan bahwa fokus utama dari kehadiran para taruna adalah untuk membentuk karakter siswa. Pembiasaan hidup teratur menjadi poin penting yang ingin ditanamkan.
"Intinya adalah membantu penguatan kedisiplinan. Jadi itu pun waktunya hanya lima hari. Ini seperti KKN-nyalah, seperti KKN-nya akmil, semacam itu. Sehingga nanti dibagi di beberapa sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Paling Banyak di Jawa Timur, Mensos Apresiasi Dukungan Pemda
Saifullah berharap kehadiran para taruna dapat menyempurnakan pola asuh dan kebiasaan positif sehari-hari. Ia juga membantah dengan tegas isu yang menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat akan mengadopsi sistem pendidikan semi militer.
"Tidak ada (pendidikan semi militer) di sana. Tentu tidak, tidak secara khusus untuk itu. Tetapi kalau untuk baris berbaris ya. Bagaimana bisa mereka tepat waktu, bersih, ya kemudian mengikuti jadwal, mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran. Hal-hal yang seperti itulah yang nanti akan diajarkan, diberi contoh oleh teman-teman dari taruna akmil," jelasnya.
Sebelumnya, Kemensos berkolaborasi dengan TNI akan menerjunkan sekitar 1.000 taruna akmil tingkat I dan II, guna mendampingi siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 178 titik.
Program bimbingan keasramaan tersebut rencananya akan berlangsung selama lima hari pada 3-8 Agustus 2026.
Baca Juga: Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








