Akurat Logo

Mensos Pastikan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Hanya Melatih Kedisiplinan, Bukan Semi Militer

Moehamad Dheny Permana | 1 Juli 2026, 12:47 WIB
Mensos Pastikan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Hanya Melatih Kedisiplinan, Bukan Semi Militer
Mensos, Saifullah Yusuf, memastikan kehadiran taruna akmil di Sekolah Rakyat bukan untuk pendidikan militer. Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memberikan klarifikasi terkait pelibatan taruna akademi militer (akmil) dalam Program Sekolah Rakyat.

Saifullah memastikan bahwa kehadiran para taruna tersebut bukan bentuk pelibatan secara struktural. Langkah ini merupakan harapan Kementerian Sosial agar para taruna dapat menjadi teladan langsung bagi para siswa.

"Taruna-taruna akmil itu bisa memberikan contoh kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat yang juga sekolahnya berasrama. Bagaimana bangun pagi, membersihkan tempat tidur, membersihkan peralatan-peralatan atau perlengkapan-perlengkapan yang mereka punya. Bagaimana kemudian mereka memakai sepatu, memakai seragam," jelasnya, dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).

Saifullah menjelaskan bahwa fokus utama dari kehadiran para taruna adalah untuk membentuk karakter siswa. Pembiasaan hidup teratur menjadi poin penting yang ingin ditanamkan.

"Intinya adalah membantu penguatan kedisiplinan. Jadi itu pun waktunya hanya lima hari. Ini seperti KKN-nyalah, seperti KKN-nya akmil, semacam itu. Sehingga nanti dibagi di beberapa sekolah," ujarnya.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Paling Banyak di Jawa Timur, Mensos Apresiasi Dukungan Pemda

Saifullah berharap kehadiran para taruna dapat menyempurnakan pola asuh dan kebiasaan positif sehari-hari. Ia juga membantah dengan tegas isu yang menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat akan mengadopsi sistem pendidikan semi militer.

"Tidak ada (pendidikan semi militer) di sana. Tentu tidak, tidak secara khusus untuk itu. Tetapi kalau untuk baris berbaris ya. Bagaimana bisa mereka tepat waktu, bersih, ya kemudian mengikuti jadwal, mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran. Hal-hal yang seperti itulah yang nanti akan diajarkan, diberi contoh oleh teman-teman dari taruna akmil," jelasnya.

Sebelumnya, Kemensos berkolaborasi dengan TNI akan menerjunkan sekitar 1.000 taruna akmil tingkat I dan II, guna mendampingi siswa Sekolah Rakyat yang tersebar di 178 titik.

Program bimbingan keasramaan tersebut rencananya akan berlangsung selama lima hari pada 3-8 Agustus 2026.

Baca Juga: Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.