Kerja Sama Indonesia-Belarus Perkuat Diplomasi Prabowo di Tengah Ketidakpastian Global

AKURAT.CO Kunjungan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, ke Indonesia beserta tercapainya kesepakatan kerja sama di tujuh bidang merupakan langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengatakan perluasan kemitraan dengan berbagai negara sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Diversifikasi kerja sama dinilai penting agar Indonesia tidak bergantung pada kawasan atau mitra tertentu.
"Saya memandang kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia serta kesepakatan tujuh bidang kerja sama yang dicapai sebagai langkah positif dalam memperluas jejaring kemitraan strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung," kata Dave saat dihubungi Akurat.co, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Israel Akui Batasi Operasi terhadap Hizbullah karena Prioritas Diplomasi AS–Iran
Dia mengatakan, Indonesia perlu terus memperkuat hubungan dengan berbagai negara, termasuk Belarus, untuk membuka peluang baru di bidang perdagangan, investasi, transfer teknologi, hingga pengembangan kapasitas nasional.
"Di tengah situasi internasional yang semakin kompleks, Indonesia perlu terus memperkuat politik luar negeri yang bebas dan aktif melalui diversifikasi kerja sama dengan berbagai negara, termasuk dengan Alexander Lukashenko dan Republik Belarus," ujarnya.
Langkah tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi perubahan geopolitik, sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi nasional.
Dia optimistis, kerja sama Indonesia-Belarus dapat memberikan manfaat nyata apabila dijalankan dengan perencanaan yang matang, mekanisme implementasi yang jelas, serta pengawasan yang baik.
"Di tengah ketidakpastian global, memperluas kemitraan dengan berbagai negara merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam percaturan internasional," pungkasnya.
Baca Juga: BKSAP: Diplomasi Indonesia Harus Multipihak, Tidak Bisa Eksklusif Oleh Pemerintah Saja
Sebelumnya, Presiden Republik Belarus, Aleksander Lukashenko, menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di Kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia akan selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah Anda jika Anda cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup," kata Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Presiden Lukashenko menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Belarus dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang makin dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









