Komisi I DPR Tekankan Tindak Lanjut Konkret Tujuh Kerja Sama Indonesia-Belarus

AKURAT.CO Komisi I DPR menekankan kerja sama Indonesia dan Belarus berpotensi memberikan manfaat konkret bagi pembangunan nasional. Terutama dalam mendukung agenda hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan industri yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama, seperti ekonomi, industri, pertanian, ilmu pengetahuan, hingga kebudayaan, memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
"Dari sisi peluang, sektor-sektor yang disepakati, seperti ekonomi, industri, pertanian, ilmu pengetahuan, hingga kebudayaan, memiliki potensi yang cukup besar untuk memberikan manfaat konkret bagi Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (3/6/2026).
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia-Belarus Perkuat Diplomasi Prabowo di Tengah Ketidakpastian Global
Dia menilai, Belarus memiliki pengalaman di bidang alat berat, industri manufaktur, teknologi pertanian, serta pengolahan pangan yang dapat menjadi modal bagi penguatan kerja sama kedua negara.
"Apabila diimplementasikan dengan baik, kerja sama ini dapat mendukung agenda hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan industri nasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto," ujarnya.
Meski demikian, dia mengingatkan seluruh kerja sama internasional harus tetap mengedepankan kepentingan nasional serta dilaksanakan secara transparan dan berkelanjutan.
"Setiap nota kesepahaman yang telah ditandatangani perlu ditindaklanjuti secara konkret agar tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan strategis yang dapat dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, implementasi yang jelas serta pengawasan yang baik menjadi kunci agar seluruh kesepakatan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya,Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia dan Belarus menyepakati tujuh bidang kerja sama prioritas yang ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi bukti komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Adapun tujuh kerja sama yang disepakati meliputi:
- Sektor industri, melalui kerja sama antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Perindustrian Belarus.
- Bidang kebudayaan, antara Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Kebudayaan Belarus.
- Sektor keuangan, melalui kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Nasional Belarus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









