Akurat Logo

DPR Fasilitasi Pertemuan TikTok-Tokopedia dan Pemerintah, Dasco Pastikan Tak Ada PHK

Putri Dinda Permata Sari | 6 Juli 2026, 18:11 WIB
DPR Fasilitasi Pertemuan TikTok-Tokopedia dan Pemerintah, Dasco Pastikan Tak Ada PHK
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam konferensi pers isu PHK massal TikTok-Tokopedia. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memfasilitasi pertemuan antara pimpinan TikTok-Tokopedia dan pemerintah, menyusul mencuatnya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang ramai diperbincangkan di media sosial. 

Dalam pertemuan itu, TikTok-Tokopedia menegaskan tidak melakukan PHK, melainkan penataan organisasi melalui skema mobilitas internal. DPR bergerak cepat setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait kabar PHK di Tokopedia.

"Dalam beberapa hari terakhir ini kami dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia kemudian menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan Tokopedia yang akhir-akhir ini merebak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Serikat Buruh Muslimin: Wacana Aturan Penyeragaman Kemasan dan Batas Nikotin Produk Tembakau Picu Tsunami PHK

DPR kemudian mengundang perwakilan TikTok, baik dari kantor pusat di China maupun perwakilan di Indonesia, serta menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan untuk memperoleh penjelasan secara langsung.

"Pada hari ini saya memfasilitasi pertemuan, kami mengundang perwakilan baik TikTok di China maupun TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia. Dan tadi juga sudah sama-sama dengan Menteri Tenaga Kerja kita melakukan dialog," ujarnya.

Baca Juga: Resep Gado-gado Turun Temurun Penyelamat dari PHK

Dalam kesempatan itu, President Director Tokopedia, Stephanie Susilo, memastikan isu PHK massal yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perusahaan saat ini tengah melakukan penataan organisasi melalui mekanisme internal mobility.

"Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group. Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia," kata Stephanie.

Stephanie juga mengungkapkan perusahaan masih membuka peluang kerja baru di Indonesia. "Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.