Ketua DPD Ajak Generasi Muda Pimpin Gerakan Hijau Lewat International Green Youth Leader Summit

AKURAT.CO Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga kelestarian lingkungan, di tengah ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
Ajakan itu disampaikan saat membuka International Green Youth Leader Summit yang diikuti peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dan 12 negara.
Dia mengatakan, forum tersebut menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk berdiskusi sekaligus melahirkan aksi nyata dalam upaya menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari gagasan Green Democracy yang diusung DPD RI.
Baca Juga: Cara Menanam Padi Organik Tanpa Pestisida Kimia yang Ramah Lingkungan
"Saya mau sampaikan bahwa ada gagasan Green Democracy yang kita usung, yang tagline-nya adalah menanam sekarang, panen kemudian. Dari gagasan itu kemudian teman-teman muda dari seluruh komunitas, baik di dalam negeri maupun beberapa negara, berkumpul untuk mendiskusikan dan melakukan aksi, walaupun mungkin aksinya kecil tapi berdampak," kata Sultan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama, terutama di kalangan generasi muda. Sebab, tantangan perubahan iklim kini semakin serius dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
"Bagaimana memastikan agar anak-anak muda yang concern terhadap lingkungan sudah harus betul-betul membuat pengaruh, menyampaikan begitu pentingnya peduli terhadap lingkungan hari ini," ujarnya.
Dia menuturkan, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan karena memiliki kawasan hutan tropis yang luas. Untuk itu, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekologi.
"Intinya bagaimana memastikan generasi muda kita sekarang betul-betul berpikir bahwa ekonomi penting, tapi ekologi tidak kalah pentingnya. Jadi bagaimana menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan ekologi agar lingkungan kita makin hari makin baik," katanya.
Dia juga menyoroti meningkatnya suhu di sejumlah negara sebagai bukti bahwa krisis iklim semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, fenomena yang dulu dikenal sebagai global warming kini telah berkembang menjadi global heating.
Baca Juga: Fi Asia Indonesia 2026 Kembali Digelar, Dorong Pangan Berkualitas untuk Kesehatan dan Lingkungan
"Kalau dulu kita kenal istilah perubahan iklim atau global warming, kalau hari ini mungkin sudah lebih dari itu, global heating. Itu betul-betul pemanasan yang luar biasa. Kita sebagai negara tropis dengan jumlah hutan yang sangat besar harusnya yang memimpin upaya ini," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, konten kreator lingkungan, Jeremy Owen, menilai generasi muda harus mulai bergerak sejak sekarang agar cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga kualitas lingkungan hidup.
"Kita sebagai anak muda harus mulai bergerak dari sekarang. Buat apa kalau nanti ada Indonesia Emas 2045 tapi lingkungannya rusak. Jadi kita harus memikirkan bagian itu juga," tutup Jeremy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









