Rencana Amandemen UUD 1945, Presiden Prabowo Wanti-wanti MPR: Jangan Terburu-buru!

AKURAT.CO Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berencana menemui Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian silaturahmi kebangsaan.
Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas arah amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa Kepala Negara memberikan pesan khusus agar proses amandemen konstitusi dilakukan secara cermat, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa.
"Iya, nanti kami bagian dari roadshow ini akan ketemu dengan Presiden Prabowo, termasuk kita akan bicarakan tentang PPHN dan amandemen," ujar Muzani di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Muzani menegaskan, Presiden Prabowo meminta MPR untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya.
Proses perubahan konstitusi harus melibatkan seluruh unsur bangsa guna menjaring aspirasi masyarakat secara komprehensif sebelum keputusan diambil.
"Presiden wanti-wanti tentang amandemen ini supaya kami diminta untuk tidak terburu-buru, terus menyerap aspirasi masyarakat dan melibatkan semua unsur," tuturnya.
Prinsip kehati-hatian inilah yang mendasari safari politik MPR ke berbagai lembaga negara.
Baca Juga: Kunjungan Prabowo dan PM Modi ke Candi Prambanan Jadi Kenangan bagi Warga dan Diaspora India
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










