Akurat Logo

Laksma TNI Salim Tawarkan Konsep Keamanan Laut China Selatan di Forum China-ASEAN

Ayu Rachmaningtyas | 12 Juli 2026, 20:51 WIB
Laksma TNI Salim Tawarkan Konsep Keamanan Laut China Selatan di Forum China-ASEAN
Kapusjianmar Seskoal, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim.

AKURAT.CO Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim, mengusulkan konsep Hybrid Maritime Security Governance System dalam The 4th China-ASEAN Defence Think Tank Exchange Program (CADTE) yang digelar di Kunming, Yunnan, China, pada 8–11 Juli 2026.

Forum yang diikuti sekitar 160 peserta dari kalangan militer, akademisi, dan lembaga pemikir (think tank) negara-negara ASEAN dan China itu mengangkat tema Practicing the ASEAN Security Model: China and ASEAN Jointly Respond to a Changing World.

Delegasi Indonesia terdiri atas Laksma TNI Salim, Prof. Anak Agung Banyu Perwita dari Universitas Pertahanan, serta Pieter Alexander Pandie dari CSIS.

Dalam sesi diskusi mengenai keamanan maritim, Laksma Salim menilai dinamika geopolitik global telah berkembang semakin kompleks.

Ancaman keamanan tidak lagi didominasi konflik konvensional, tetapi bergeser ke ancaman hibrida yang dipicu persaingan ekonomi, perebutan sumber daya energi dan pangan, hingga rivalitas kekuatan besar.

Menurutnya, konflik di Laut China Selatan perlu dikelola secara hati-hati agar tidak berkembang menjadi eskalasi yang melibatkan rivalitas China dan Amerika Serikat.

Karena itu, ASEAN dinilai harus memainkan peran sebagai penyeimbang kawasan (regional balance of power) melalui pendekatan hukum internasional, kerja sama, dan kesejahteraan bersama.

Baca Juga: Apa Arti Susu Pahlawan saat MPLS? Ini Jawabannya Beserta Daftar Teka-teki Lainnya!

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.