Akurat Logo

Kementerian PPPA Minta Peringatan Hari Anak Nasional Dirayakan di Seluruh Daerah, Diisi Aktivitas Bermain

Ayu Rachmaningtyas | 15 Juli 2026, 23:37 WIB
Kementerian PPPA Minta Peringatan Hari Anak Nasional Dirayakan di Seluruh Daerah, Diisi Aktivitas Bermain
Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (PLAMPK) Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwianti.

AKURAT.CO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tidak lagi terpusat di satu lokasi, namun dirayakan serentak di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar lebih banyak anak dapat merasakan perayaan Hari Anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (PLAMPK) Kementerian PPPA, Ciput Eka Purwianti, mengatakan kebijakan desentralisasi peringatan Hari Anak telah dimulai sejak tahun lalu atas arahan Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

"Mulai tahun lalu kami mendorong agar peringatan Hari Anak tidak lagi terpusat. Ibu Menteri menginginkan perayaan Hari Anak seperti peringatan Hari Kemerdekaan, dirayakan bersama di berbagai daerah," kata Ciput dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Hari Anak Nasional Tanggal Berapa? Ini Daftar Hari Penting Juli 2026 dan Sejarahnya

Dia menjelaskan, peringatan yang selama ini dipusatkan memang memberikan kesempatan bagi sebagian anak untuk bertemu teman dari berbagai wilayah. Namun, pola tersebut dinilai belum mampu menjangkau jutaan anak lainnya di berbagai daerah.

"Kami berpikir itu tidak adil bagi puluhan juta anak di daerah. Mereka juga berhak merayakan Hari Anak bersama di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Pihaknya juga menghimpun aspirasi anak melalui Forum Anak. Hasilnya, sebagian besar anak menginginkan peringatan Hari Anak diisi dengan aktivitas bermain yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

"Hasil konsultasi kami dengan Forum Anak menunjukkan mereka ingin diberi ruang untuk bermain, mengenal permainan tradisional, bergerak bebas, dan sejenak jauh dari gawai. Hal-hal sederhana seperti itu justru sangat mereka harapkan," ucap Ciput.

Selain perayaan di daerah, Kementerian PPPA telah menyiapkan rangkaian kegiatan menuju Hari Anak Nasional 2026. Kegiatan tersebut meliputi Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN) 2026, penyusunan Suara Anak Indonesia (SAI), hingga webinar bertema Libur Telah Tiba yang membahas literasi digital, kesehatan mental, perubahan iklim, dan literasi keuangan bagi anak dan masyarakat.

Puncak kegiatan akan digelar pada 19 Juli 2026 melalui penutupan Lokakarya Forum Anak Nasional secara hybrid yang menghadirkan dialog bersama Menteri PPPA, penandatanganan Berita Acara Suara Anak Indonesia, talkshow, serta permainan edukatif.

Baca Juga: Lonjakan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Jakarta Jadi Alarm Keras di Hari Anak Sedunia

Dalam forum tersebut, dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak di era digital. Menurutnya, peningkatan literasi digital anak harus berjalan beriringan dengan pemahaman orang tua agar pendampingan dapat dilakukan secara optimal.

Dia mengingatkan, anak yang menggunakan internet tanpa pendampingan menghadapi berbagai risiko, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai hingga interaksi yang dapat mengancam keselamatan mereka.

"Ketika anak berada sendirian di ruang digital, ada berbagai risiko yang harus diwaspadai, mulai dari risiko konten hingga risiko ketika berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, pendampingan orang tua tidak bisa ditinggalkan," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.