Akurat Logo

Jelang HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan di Monas di Awal Agustus

Moehamad Dheny Permana | 28 Juli 2026, 14:39 WIB
Jelang HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan di Monas di Awal Agustus
Ilustrasi berdoa.

AKURAT.CO Kementerian Agama akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan ini diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara yang akan dihadiri sekitar 100 ribu orang, pada hari Sabtu (1/8/2026) di Lapangan Monas, Jakarta.

"81 tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini," ujar Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, dikutip Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: 30 Contoh Ucapan HUT RI 2026 yang Singkat, Penuh Makna, dan Cocok untuk Caption 17 Agustus

Menurutnya, kemerdekaan adalah milik seluruh warga tanpa terkecuali. Karena itu, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur harus menjadi arah perjuangan bersama. Setiap langkah yang telah ditempuh menuju tujuan tersebut perlu disertai dengan doa.

Dia menyampaikan, kegiatan Doa dan Zikir Kebangsaan tersebut akan diikuti oleh beragam unsur masyarakat serta diisi dengan doa lintas agama dan paduan suara.

"Rencananya kegiatan ini akan diikuti oleh para pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ormas, serta ASN dari lintas Kementerian/Lembaga. Jadi semua agama terlibat dalam acara ini. Ada pembacaan shalawat juga yang akan dipandu oleh Habib Syekh," lanjutnya.

Kemenag berharap, kegiatan ini menjadi perjumpaan yang hangat bagi seluruh anak bangsa sekaligus memperkuat langkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.