Akurat Logo

BUBK Kebumen Jadi Pilar Baru Budi Daya Udang Berkualitas Ekspor

Wahyu SK | 6 Agustus 2026, 12:03 WIB
BUBK Kebumen Jadi Pilar Baru Budi Daya Udang Berkualitas Ekspor
Jubir KKP, Ayu Rahmawati, menyebut BUBK Kebumen menjadi program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan produksi udang nasional. - Foto: Ilustrasi/unair.ac.id/cvpradiptaparamita

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat komitmen dalam mengoptimalkan potensi komoditas perikanan nasional.

Salah satu langkah strategis yang menjadi prioritas adalah pengembangan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, sebagai model percontohan budi daya udang modern terbesar di Indonesia.

Juru Bicara KKP, Ayu Rahmawati, mengatakan, BUBK Kebumen menjadi program unggulan KKP yang dirancang untuk meningkatkan produksi udang nasional secara signifikan dan berkelanjutan.

"Indonesia memiliki tambak udang terbesar yang berlokasi di Kebumen. BUBK Kebumen ini menjadi salah satu program unggulan KKP untuk mendorong produksi udang nasional, mengingat udang merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan terbesar dan andalan Indonesia di pasar global," jelasnya, melalui keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Lahan yang digunakan BUBK Kebumen sebelumnya merupakan area tambak yang sudah tidak produktif. KKP kemudian melakukan pengembangan dengan membangun kawasan budi daya modern di atas lahan seluas 100 hektare.

Baca Juga: BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi

Saat ini, BUBK Kebumen telah mengoperasikan 24 hektare kolam efektif yang terdiri dari 139 petak produksi.

Panen Berlanjut, Siklus ke-9 Dimulai

Panen kedua siklus ke-8 dilakukan pada 37 petak dengan total produksi sekitar 75 ton. Selanjutnya, panen tahap akhir berlangsung pada akhir Juli 2026. Sebanyak 70 petak dipanen dengan estimasi produksi mencapai 90 ton.

Dengan demikian, total produksi udang pada siklus ke-8 diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi udang nasional, BUBK Kebumen telah menyerap 645 tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar.

Jumlah tersebut terdiri atas 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Baca Juga: Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Nomor Satu Dunia

Operasional kawasan tambak juga memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat, antara lain melalui tumbuhnya warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, usaha penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan di sekitar kawasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK