Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar Riang Gembira dan NU yang Tetap Relevan

AKURAT.CO Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan pentingnya menjadikan Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35 sebagai ruang yang menghadirkan kegembiraan, persaudaraan, dan pertukaran gagasan. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu narasumber dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Alumni IPNU, yang mempertemukan sejumlah tokoh dan kader Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar.
Forum yang dimoderatori oleh Idy Muzayyad itu turut dihadiri sejumlah tokoh NU, antara lain Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, KH. Zulfa Musthofa, KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Prof. Dr. Masykuri Abdillah, serta KH. Marsudi Syuhud.
Baca Juga: Jelang Muktamar, Cak Imin Sentil Orang yang Main Politik di Tubuh Nahdlatul Ulama
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai kepemimpinan dan masa depan Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya.
Dalam pemaparannya, Hery menegaskan bahwa Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang harus dijaga marwahnya sebagai ajang musyawarah, bukan arena yang memecah belah persaudaraan.
“Muktamar ke depan harus menjadi forum yang riang gembira bagi semua kandidat. Siapa pun yang maju adalah kader terbaik Nahdlatul Ulama yang memiliki niat mengabdi. Karena itu, yang harus dikedepankan adalah adu gagasan, kompetisi yang sehat, dan ukhuwah antarsesama Nahdliyin,” ujar Hery.
Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar PMII periode 2005–2008 dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2015–2020 tersebut, dinamika kontestasi kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Namun, seluruh proses harus tetap berlandaskan akhlak, etika organisasi, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.
Selain menyoroti suasana Muktamar, Hery juga mengingatkan pentingnya memperkuat relevansi NU di tengah perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat. Menurutnya, tantangan yang dihadapi organisasi tidak lagi sebatas persoalan internal, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan teknologi, ekonomi, geopolitik, perubahan sosial, hingga dinamika peradaban global.
“NU harus tetap relevan terhadap situasi yang semakin kompleks. NU harus relevan bagi jam’iyah, relevan bagi negara, dan relevan untuk dunia. Memasuki abad kedua, NU dituntut mampu menjaga tradisi sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai tantangan zaman,” tegasnya.
Hery menilai, modal terbesar Nahdlatul Ulama adalah jaringan pesantren, kekuatan ulama, dan jutaan warga Nahdliyin yang tersebar di seluruh Indonesia maupun berbagai negara. Dengan modal tersebut, NU memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjaga tradisi keislaman, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan percaturan peradaban global.
Baca Juga: Makna dan Filosofi Logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Silatnas Majelis Alumni IPNU menjadi salah satu forum yang memperlihatkan semangat dialog dan keterbukaan menjelang Muktamar Ke-35. Beragam pandangan yang mengemuka diharapkan dapat memperkaya gagasan tentang arah kepemimpinan NU ke depan, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga persatuan, merawat ukhuwah, dan memastikan Muktamar berlangsung dengan penuh kegembiraan, bermartabat, serta membawa kemaslahatan bagi jam’iyah, bangsa, dan dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








