Akurat Logo

Api Meluas di Gunung Bromo, Pengawasan Kawasan Konservasi Harus Dievaluasi

Ayu Rachmaningtyas | 10 Agustus 2026, 11:37 WIB
Api Meluas di Gunung Bromo, Pengawasan Kawasan Konservasi Harus Dievaluasi
Kebakaran di Gunung Bromo.

AKURAT.CO Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas. Data sementara yang telah diverifikasi menunjukkan sekitar 520 hektare kawasan terdampak kebakaran, dengan sekitar 300 hektare terbakar pada malam sebelumnya.

Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin msngatakan peristiwa ini disebabkan karena lemahnya pengawasan di kawasan hutan konservasi. Menurutnya, penerapan aturan dan pengawasan petugas perlu dievaluasi, termasuk terkait pekerjaan perbaikan jalur perlintasan di kawasan konservasi.

"Dilihat dari kejadian ini ada kelemahan di pengawasan di hutan konservasi, kelemahan dari petugas pengawasan dan aturan yang tidak dijalankan atau diterapkan dengan benar," kata Usman kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Selamatkan 17 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Laut Jawa

Dia pun meminta Kementerian Kehutanan segera menambah armada water bombing untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api semakin meluas. Dia juga mendorong Kemenhut bersama instansi terkait mencari langkah alternatif dalam pengendalian kebakaran.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memerintahkan jajarannya memaksimalkan operasi water bombing hingga api padam. Pemadaman dari udara dinilai penting untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca Juga: Gugur dalam Kebakaran Kramat Jati, Andriyono Diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Dalam kondisi cuaca mendukung, satu helikopter disebut dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.

Sebelumnya, berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi, total kawasan Bromo yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Besarnya luasan area yang terdampak membuat proses pemadaman terus dilakukan, baik melalui jalur darat maupun udara.

Untuk mendukung proses pemadaman dan mencegah risiko terhadap pengunjung maupun masyarakat, empat akses masuk menuju kawasan Bromo dari wilayah Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.