Akurat Logo

Peran Mohammad Hatta dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Redaksi Akurat | 13 Agustus 2026, 14:15 WIB
Peran Mohammad Hatta dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peran Mohammad Hatta

AKURAT.CO Peran Mohammad Hatta dalam Proklamasi menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

Mohammad Hatta bukan hanya mendampingi Soekarno saat pembacaan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perumusan naskah dan pengambilan keputusan menjelang kemerdekaan.

Bersama Soekarno, Hatta kemudian dikenal sebagai salah satu Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Perannya tidak berhenti setelah Proklamasi dibacakan. Sebagai Wakil Presiden pertama, Hatta turut membangun pemerintahan sekaligus memperjuangkan agar kemerdekaan Indonesia dapat dipertahankan.

Baca Juga: Ketua MPR: Pemikiran Bung Hatta Jadi Referensi Prabowo Kembangkan Ekonomi Kerakyatan

Mohammad Hatta Menjadi Tokoh Penting Menjelang Kemerdekaan

Mohammad Hatta telah aktif dalam perjuangan pergerakan nasional jauh sebelum Proklamasi. Pendidikan yang ditempuhnya di Belanda dan aktivitas politiknya membentuk pandangannya mengenai pentingnya kemerdekaan Indonesia.

Hatta aktif dalam Perhimpunan Indonesia di Belanda dan turut menyuarakan gagasan mengenai Indonesia merdeka. Sikap politiknya membuat ia pernah berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika Hatta harus mengambil keputusan dalam situasi politik yang sangat menentukan pada Agustus 1945.

Hatta Terlibat dalam Perdebatan Menjelang Proklamasi

Menjelang Proklamasi, Hatta bersama Soekarno berada di tengah perbedaan pandangan antara golongan muda dan golongan tua. Golongan muda mendesak agar kemerdekaan segera diumumkan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu.

Hatta pada awalnya lebih berhati-hati. Ia bersama Soekarno mempertimbangkan berbagai aspek politik dan keamanan, termasuk keberadaan PPKI yang saat itu dipersiapkan untuk membahas kemerdekaan Indonesia.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian memuncak dalam Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Hatta bersama Soekarno dibawa oleh kelompok pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang.

Setelah tercapai kesepakatan, Hatta dan Soekarno kembali ke Jakarta. Keduanya kemudian melanjutkan pembicaraan mengenai Proklamasi bersama Ahmad Soebardjo.

Hatta Berperan dalam Perumusan Naskah Proklamasi

Salah satu peran Mohammad Hatta dalam Proklamasi yang paling penting adalah keterlibatannya dalam perumusan teks Proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo membahas rumusan pernyataan kemerdekaan di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Dalam proses tersebut, Hatta memberikan sumbangan pemikiran terhadap isi naskah. Rumusan yang dihasilkan kemudian menjadi dasar teks Proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Konsep tulisan tangan yang telah disepakati kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Setelah naskah selesai, Soekarni mengusulkan agar teks ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Hatta menyetujui usulan tersebut. Bersama Soekarno, ia kemudian menandatangani naskah Proklamasi yang menjadi dokumen penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.

Hatta Mendampingi Soekarno Saat Pembacaan Proklamasi

Pada pagi 17 Agustus 1945, pembacaan Proklamasi dilaksanakan di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Hatta hadir mendampingi Soekarno dalam momentum tersebut. Setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Fatmawati.

Kehadiran Hatta di samping Soekarno memiliki arti penting. Keduanya menjadi simbol kepemimpinan dalam deklarasi kemerdekaan Indonesia dan kemudian dikenang sebagai pasangan Proklamator.

Baca Juga: Pimpinan MPR Kunjungi Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok

Hatta Menjadi Wakil Presiden Pertama Indonesia

Peran Hatta tidak berakhir setelah Proklamasi. Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan diproklamasikan, PPKI menetapkan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Sebagai Wakil Presiden pertama, Hatta turut menjalankan pemerintahan yang baru berdiri. Tantangannya tidak sederhana karena Indonesia harus membangun sistem pemerintahan sekaligus menghadapi upaya Belanda untuk kembali menguasai wilayah Indonesia.

Hatta juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap persoalan ekonomi. Gagasannya mengenai perekonomian, koperasi, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari pemikiran pembangunan Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Hatta Turut Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 belum langsung membuat Indonesia terbebas dari ancaman. Belanda berusaha kembali mendapatkan kendali atas Indonesia dengan memanfaatkan situasi setelah Perang Dunia II.

Dalam kondisi tersebut, Hatta turut memainkan peran politik dan diplomasi untuk mempertahankan keberadaan Republik Indonesia. Ia terlibat dalam berbagai upaya perundingan dengan pihak Belanda maupun dalam menghadapi persoalan politik di dalam negeri.

Perjuangan tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan lebih dari sekadar pembacaan Proklamasi. Indonesia juga membutuhkan pemerintahan, diplomasi, organisasi negara, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan.

Hatta Menjadi Salah Satu Simbol Proklamator Indonesia

Soekarno dan Hatta memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Keduanya tidak hanya tampil bersama pada saat pembacaan Proklamasi, tetapi juga terlibat dalam proses politik yang membentuk negara Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Hatta dikenal sebagai tokoh yang memiliki pemikiran politik, ekonomi, dan kenegaraan yang kuat. Sementara itu, hubungan kerja antara Hatta dan Soekarno menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pemerintahan Indonesia pada masa awal republik.

Karena kontribusinya tersebut, Hatta bersama Soekarno dikenang sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi, Hatta melanjutkan perjuangannya sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Ia turut membangun pemerintahan, memikirkan dasar perekonomian negara, serta terlibat dalam upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir dari satu peristiwa saja. Di balik pembacaan Proklamasi terdapat rangkaian perdebatan, perundingan, keberanian, dan keputusan politik yang melibatkan banyak tokoh, termasuk Mohammad Hatta sebagai salah satu tokoh sentralnya.

Mutiara MY (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R