Peneliti Ungkap Faktor Pendorong Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Program kesejahteraan sosial, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga agenda pemberantasan korupsi dinilai menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Politik sekaligus Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto, menanggapi hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 65,4 persen.
Menurut Heri, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak terlepas dari penilaian masyarakat terhadap program-program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
"Berdasarkan temuan survei seperti dari Parameter Politik Indonesia, kepuasan masyarakat mayoritas ditopang oleh beberapa aspek konkret," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2026)
Heri menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi penilaian publik adalah program kesejahteraan sosial.
Kebijakan bantuan sosial (bansos), layanan pendidikan, pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek yang mendapatkan apresiasi masyarakat.
Pasalnya, program-program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pelaksanaannya dapat menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.
Faktor berikutnya adalah bagaimana pemerintah mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan kebutuhan pokok.
Heri menilai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga membantu mempertahankan daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Stabilitas harga dan ekonomi. Upaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan kontrol terhadap kebutuhan pokok dianggap cukup membantu daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian global," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






