Akurat Logo

Peneliti Ungkap Faktor Pendorong Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Moehamad Dheny Permana | 20 Oktober 2026, 21:05 WIB
Peneliti Ungkap Faktor Pendorong Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto, mengkaji hasil survei yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran. - Foto: Dok. Pribadi

AKURAT.CO Program kesejahteraan sosial, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga agenda pemberantasan korupsi dinilai menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Politik sekaligus Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto, menanggapi hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 65,4 persen.

Menurut Heri, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak terlepas dari penilaian masyarakat terhadap program-program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

"Berdasarkan temuan survei seperti dari Parameter Politik Indonesia, kepuasan masyarakat mayoritas ditopang oleh beberapa aspek konkret," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/10/2026)

Heri menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi penilaian publik adalah program kesejahteraan sosial.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Dari Renovasi 30.000 Sekolah, 62 Juta Penerima MBG Sampai Investasi Rp3.923 Triliun

Kebijakan bantuan sosial (bansos), layanan pendidikan, pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek yang mendapatkan apresiasi masyarakat.

Pasalnya, program-program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pelaksanaannya dapat menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.

Faktor berikutnya adalah bagaimana pemerintah mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan kebutuhan pokok.

Heri menilai upaya pemerintah menjaga stabilitas harga membantu mempertahankan daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Stabilitas harga dan ekonomi. Upaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dan kontrol terhadap kebutuhan pokok dianggap cukup membantu daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian global," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.