Dasco Serukan 'Buy Indonesia' Perkuat Kepercayaan Pasar Modal Indonesia

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan gerakan 'Buy Indonesia' di tengah tekanan yang melanda pasar modal Indonesia. Dia meyakini, fundamental ekonomi yang kuat dan langkah penanganan yang tepat dapat membantu pasar saham nasional melewati gejolak.
Pesan tersebut disampaikan Dasco saat pasar saham Indonesia menghadapi tekanan, menyusul rencana penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
"Dengan kebersamaan Indonesia dan fundamental yang kuat, bursa kita kembali baik. Buy Indonesia," ujar Dasco melalui keterangan Instagram @sufmi_dasco, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: IHSG Babak Belur, Mengapa Pasar Saham Indonesia Bisa Selevel Zimbabwe?
Dia mengakui tekanan terhadap pasar modal, termasuk keluarnya dana investor dan penilaian dari lembaga pemeringkat internasional, menjadi tantangan yang perlu dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat pelaku pasar kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia memperbaiki situasi.
"Biarpun uang keluar, biarpun rating bertubi-tubi hantam, tetapi dengan fundamental yang kuat dan langkah yang diambil tepat, kita mampu melewati. Kita menghormati rating, tetapi kita independen dan bersatu untuk Indonesia," katanya.
Tekanan terhadap pasar saham Indonesia meningkat, setelah MSCI pada Jumat (16/10/2026) menyampaikan rencana mempertimbangkan penurunan status pasar modal Indonesia. Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual besar-besaran, yang menghapus sekitar USD65 miliar nilai pasar saham Indonesia dalam sehari.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok 11,6 persen pada perdagangan Jumat, kemudian kembali melemah pada Senin (19/10/2026). Secara kumulatif, IHSG turun sekitar 14,8 persen selama dua hari perdagangan tersebut sebelum berbalik menguat pada Selasa (20/10/2026).
MSCI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham, keterbatasan informasi mengenai saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik (free float), serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Penilaian tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keterbukaan dan tata kelola pasar modal Indonesia.
Baca Juga: IHSG Rebound 2,58 Persen, Ini Jurus BEI Hadapi Ancaman MSCI
Merespons situasi tersebut, otoritas pasar modal dan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari indeks acuannya, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan penguatan transparansi, likuiditas, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal.
Sebelumnya, Dasco juga meminta BEI terus melakukan pembenahan dan mengakomodasi masukan lembaga pemeringkat internasional, termasuk MSCI. Dia menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Melalui seruan 'Buy Indonesia', Dasco mengajak seluruh pihak menjaga kepercayaan terhadap pasar domestik di tengah gejolak. Indonesia perlu menghormati penilaian lembaga internasional, sekaligus memperkuat kemandirian dan kebersamaan dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







