Tafsir Surah Ali Imran Ayat 139; Islam Melarang Keras Sikap Pesimis

AKURAT.CO, Sikap pesimis kadang datang kepada seseorang saat menghadapi masalah yang besar. Pesimistis membuat seseorang berjiwa kecil memandang kehidupan di masa mendatang. Islam melalui ayat sucinya tegas melarang umat Islam memiliki sikap pesimis.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 139,
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Sebab turunnya QS. Ali Imran ayat 139 ini adalah untuk mengobati kesedihan kaum muslim yang sempat terpukul mundur dalam perang Uhud. Dengan kata lain, ayat ini merupakan sebuah motivasi bagi kaum muslim agar tidak pesimis dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Baca Juga: Tafsir Surah Al-Qadr Ayat 1-5 Tentang Hebatnya Malam Lailatul Qadar
Keterangan dalam Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan Dan Keserasian al-Qur’an karya M. Quraish Shihab, disebut bahwa mengapa kaum muslim harus bersedih, sementara yang mereka perjuangkan adalah kebenaran. Mengapa kita bersedih padahal orang-orang yang gugur di antara kita mendapat pengampunan Ilahi dan menuju surga, yakni jika kamu benar-benar beriman.
Senada dengan Quraish Shihab, Wahbah Al Zuhaili juga menyebut bahwa ayat ini turun sebagai pelipur lara Nabi dan orang-orang mukmin atas apa yang telah menimpa mereka pada perang Uhud. Muslim, kata beliau, tak perlu bersedih hati padahal yang mereka perjuangkan adalah kebenaran.
Maka jelas bahwa esensi makna dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah Swt melarang kaum muslim untuk pesimis, bersedih dan berputus asa disebabkan kehilangan mereka karena terbunuh ataupun terluka di perang Uhud. Sebaliknya, Allah Swt ingin mengajarkan kepada kaum muslim untuk menjadikan kesedihan di perang Uhud tersebut sebagai cambuk agar lebih semangat berjuang dalam membela agama Allah Swt.
Baca Juga: Mengenal Metode Tafsir Maudhu'i, Cara Untuk Menafsirkan Al-Quran
Adapun kontekstualisasi QS. Ali ‘Imran ayat 139 dengan keadaan saat ini berdasarkan penafsiran di atas adalah bahwa sikap lemah dan dukacita tidak lain hanya akan membawa seseorang pada ketakutan dalam bertindak ataupun bayangan kegagalan bahkan sebelum mencoba.
Kita sebagai umat Islam harus selalu memiliki sikap optimis dalam segala tindakan. Sikap optimis akan membuat seseorang kuat dalam bertindak dan menentukan masa depan. Sikap optimis adalah sikap muslim yang sesungguhnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





