Debat Pilgub Jateng 2024: Andika-Hendrar Janji Bakal Perbaiki Demokrasi dan Sektor Pendidikan

AKURAT.CO Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, mengungkapkan visi dan misi mereka dalam debat perdana Pilkada Jawa Tengah 2024.
Dalam kesempatan itu, Andika menyoroti berbagai persoalan yang dianggapnya perlu perhatian serius, mulai dari demokrasi hingga pelayanan publik di Jawa Tengah.
Menurut Andika, indeks demokrasi di Jawa Tengah telah mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, dengan tujuh dari sepuluh indikator utama menunjukkan tren negatif.
Baca Juga: Menko Infrastruktur AHY Tegaskan Pentingnya Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan
Ia juga menyinggung bagaimana penurunan ini sejalan dengan merosotnya indeks pelayanan publik dan menurunnya efisiensi ekonomi di provinsi tersebut.
"Jawa Tengah seharusnya bisa lebih baik. Kami melihat banyak potensi yang belum dioptimalkan,” kata Andika, Rabu (30/10/2024).
Di bidang pendidikan, Andika menyoroti kesenjangan besar antara daerah perkotaan dan pedesaan dalam hal rata-rata lama sekolah.
Di kota, anak-anak mengenyam pendidikan hingga rata-rata 11,5 tahun, sementara di pedesaan angka ini turun drastis menjadi sekitar 6,4 tahun.
Bagi Andika, peningkatan di sektor pendidikan sangat krusial untuk mewujudkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, terutama dalam target pengentasan kemiskinan pada 2030.
Baca Juga: Asal Usul Peringatan Hari Halloween 31 Oktober, Berawal dari Tradisi Pengusiran Hantu!
Pasalnya, angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih di atas 10 persen.
Dalam visi mereka, Andika dan Hendrar berkomitmen untuk memacu pembangunan yang merata di seluruh provinsi, memastikan, setiap warga memiliki akses yang adil ke layanan publik, pendidikan, dan peluang ekonomi.
Bagi mereka, visi ini bukan hanya janji, tetapi upaya konkret untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










