AKURAT.CO Pengamat ketenagakerjaan, Tadjuddin Noer Effendi mengungkapkan, pembukaan lapangan kerja baru untuk menyerap tenaga kerja serta mengurangi pengangguran membutuhkan kehadiran investasi yang besar di tengah tantangan ekonomi yang tak mudah.
“Itu kan butuh investasi. Situasi sekarang kan investasi relatif katakan agak sulit,” ujar Tadjuddin di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Tadjuddin mengungkapkan, kondisi ekonomi yang diliputi penurunan pada industri manufaktur, daya beli serta jumlah kelas menengah yang semakin menurun memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Terlebih, katanya dengan adanya fenomena Generasi Z (Gen Z) yang belakangan menjadi sorotan karena kesulitan beradaptasi dengan dunia kerja terutama di sektor formal ini menjadi tantangan lain yang sepatutnya menjadi fokus pemerintah.
Ia pun meyakini kehadiran investasi baru yang masuk ke Indonesia di berbagai sektor termasuk sektor teknologi yang lekat dengan generasi yang lahir antara tahun 1996-2012 ini mampu menyerap dan mengurangi tingkat pengangguran.
Sementara soal pengangguran di kalangan Gen Z, ia menyerukan agar generasi tersebut merubah etika bekerja. Hal ini dapat dilakukan pemerintah maupun swasta dengan menghadirkan pelatihan-pelatihan tenaga kerja lewat bursa pasar kerja yang sempat dijanjikan pemerintah akan dihadirkan.
“Tudak hanya memberikan skill digital tetapi juga mental dan sikap (non skill). Sikap integritas mereka,disiplin menghargai yang sama pekerjaan itu, berkomunikasi dan sebagainya,” katanya lagi.
Secara luas, dirinya mengusulkan agar pemerintah mampu menghadirkan kepastian izin berusaha dan investasi lewat regulasi yang jelas dan keamanan akan investasi yang akan ditanamkan investor di Indonesia.
“Jaminan bahwa mereka yang mau investasi itu, modal mereka investasikan itu akan aman dan tidak ada semacam gangguan-gangguan,” katanya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik BPS mencatat ada sebanyak 7,47 juta orang yang menganggur pada Agustus 2024. Dimana jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan Februari 2024 sebanyak 7,20 juta pengangguran, namun demikian angka tersebut bila dibandingkan secara tahun ke tahun tercatat menurun yakni 7,99 juta pada Agustus 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









