Akurat
Pemprov Sumsel

DPR Terbuka Terima Aspirasi, Dasco: Tapi 'Penumpang Gelap' Bikin Suasana Jadi Tak Kondusif

Paskalis Rubedanto | 3 September 2025, 20:57 WIB
DPR Terbuka Terima Aspirasi, Dasco: Tapi 'Penumpang Gelap' Bikin Suasana Jadi Tak Kondusif

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pihaknya selalu terbuka menerima aspirasi dari masyarakat, termasuk mahasiswa. Namun, dia mengakui dalam sejumlah aksi belakangan ini kehadiran pihak-pihak yang disebutnya sebagai 'penumpang gelap' membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Dia menjelaskan, aspirasi masyarakat selalu diterima dalam setiap pembuatan Undang-undang, seperti RUU KUHAP yang tengah digarap Komisi III.

"Sebetulnya setiap aspirasi itu di DPR itu biasanya di komisi-komisi kan selalu ada yang namanya rapat dengar pendapat. Boleh dicek, misalnya di KUHAP itu sampai sekarang belum selesai-selesai karena memang masih terus menerima aspirasi dari publik maupun juga termasuk adik-adik mahasiswa," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga: Usai Temui Pimpinan DPR, Perwakilan BEM SI akan Bertemu Pemerintah Besok

Menurutnya, DPR bahkan berupaya menemui massa aksi saat demonstrasi sebelumnya. Namun kondisi lapangan saat itu dinilai tidak memungkinkan.

"Kalau kemarin dalam aksi penyampaian pendapat sebenarnya kami juga mau keluar untuk menerima seperti pada hari ini. Pada hari ini ada perwakilan dari DPR yang menerima keluar untuk aksi pengunjuk rasa," ujarnya.

"Tetapi kalau yang kemarin-kemarin begitu kita mau keluar, itu sudah bukan murni unjuk rasa. Ada pihak-pihak penumpang gelap yang tentunya suasana di lapangan tidak kondusif," tutupnya.

Sebelumnya, pimpinan DPR RI menerima audiensi dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga: Dasco Respons Tuntutan 17+8 yang Viral di Medsos, DPR Siap Evaluasi Bersama Seluruh Fraksi

Audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, didampingi oleh Wakil Ketua DPR yang lain, yakni Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Terdapat 16 perwakilan organisasi dan BEM yang hadir di lokasi. Beberapa di antaranya, BEM Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, dan dari universitas lainnya.

Dalam audiensi tersebut, para perwakilan mahasiswa dipersilakan untuk membacakan aspirasinya secara langsung. Berbagai aspirasi yang disampaikan adalah tentang tunjangan DPR, Rancangan Undang-undang yang belum tuntas, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.