Apple Hentikan Proyek Mobil Listrik Otonom, Kenapa?

AKURAT.CO - Setelah hampir satu dekade menginvestasikan sumber daya dalam proyek mobil listriknya, Apple akhirnya mengumumkan pembatalannya. Meskipun proyek tersebut tidak pernah secara resmi diakui oleh perusahaan, laporan menunjukkan bahwa proyek ini melibatkan sekitar dua ribu karyawan.
Dikutip dari Bloomberg.com, Senin (04/03/2024), sebagai gantinya, banyak anggota tim proyek akan dialihkan ke divisi kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Langkah ini menandai perubahan strategi yang signifikan bagi Apple.
Tim pengembangan mobil Apple, yang dikenal sebagai Grup Proyek Khusus di bawah kepemimpinan CEO Tim Cook, awalnya bertujuan untuk menciptakan kendaraan listrik sepenuhnya otonom. Namun, kendaraan ini masih jauh dari produksi, dengan proyek ini masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan.
Menurut Ray Wang, pendiri dan CEO dari Constellation Research, keputusan Apple untuk menghentikan proyek tersebut adalah langkah yang tepat dan sudah seharusnya dilakukan. Wang menyoroti bahwa permintaan pasar untuk mobil listrik belum cukup kuat, sementara teknologi kecerdasan buatan telah menjadi fokus utama industri.
Selain membatalkan proyek mobil listrik, Apple juga telah menjelajahi peluang baru di luar produk-produk utamanya seperti iPhone dan komputer. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan headset realitas virtual Vision Pro, menunjukkan diversifikasi strategis mereka.
Keputusan Apple juga mencerminkan tren dalam industri mobil global. Meskipun permintaan untuk mobil listrik telah meningkat, pertumbuhan industri tersebut telah melambat beberapa bulan terakhir karena biaya pinjaman yang tinggi dan persaingan yang ketat antara produsen utama.
Perusahaan-perusahaan seperti Ford, General Motors dan Rivian telah mengumumkan penundaan dalam rencana ekspansi produksi EV mereka, sementara Tesla juga menghadapi tantangan dengan pertumbuhan penjualannya yang diprediksi lebih lemah tahun ini.
Meskipun demikian, tantangan ini tidak menghentikan ambisi Apple dalam menghadapi pasar yang kompetitif. CEO Tesla, Elon Musk, bahkan merespons kabar pembatalan proyek Apple dengan emoji dan komentar di platform media sosial, menunjukkan kompleksitas persaingan dalam industri yang terus berubah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






