AKURAT.CO SAIC dikabarkan segera memulai produksi baterai solid-state secara massal pada 2026 dan menjadi produsen otomotif pertama yang mengkomersialkan baterai jenis baru tersebut.
Dikutip dari CarsCoops, Kamis (30/5/2024), dalam kegiatan teknologi yang diselenggarakan di China, SAIC mengaku bahwa baterai tersebut sudah digunakan pada kendaraan mereka yakni tipe IM L7.
Sedangkan produk-produk SAIC lainnya akan mendapatkan baterai serupa pada tahun 2025, termasuk model MG, Baojun dan Wuling.
Namun, hal-hal menarik terjadi pada 2026 mendatang.
Baca Juga: Yuanhang Auto Luncurkan Mobil Listrik H9, Tawarkan Tiga Pilihan Jarak Jelajah
Baterai solid-state sejatinya dipandang oleh banyak orang sebagai langkah berikutnya dalam industri kendaraan listrik.
SAIC sendiri menargetkan produksi massal baterai jenis tersebut mulai tahun 2026.
Meski begitu, SAIC bukanlah satu-satunya produsen mobil asal China yang mengerjakan baterai solid-state.
Pada Februari lalu, konsorsium merek lokal, termasuk CATL, BYD, CALB hingga Nio telah mendeklarasikan untuk membangun rantai pasokan baterai solid-state pada tahun 2030.
Tidak hanya produsen asal China, Toyota juga telah mengerjakan teknologi ini selama bertahun-tahun dan memegang lebih banyak paten pada baterai solid-state dibandingkan perusahaan lain.
Baca Juga: Ambisi Besar Xiaomi Kirim 120 Ribu Mobil Listrik SU7
Perusahaan bekerja sama dengan kilang minyak Idemitsu Kosan pada paket baru dan akan meluncurkan kendaraan elektrik pertamanya dengan paket solid-state beberapa tahun ke depan.
Nissan juga memiliki rencana untuk meningkatkan produksinya hingga puluhan ribu pada tahun 2030.
Pada April lalu, Nissan menyatakan mengalami kemajuan yang baik dalam hal baterai solid-state dan berencana untuk mulai meluncurkan kendaraan listrik dengan baterai serupa pada tahun fiskal 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








