Akurat Logo

PIK 2 Jadi Kawasan Prioritas Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Saeful Anwar | 21 Mei 2026, 16:24 WIB
PIK 2 Jadi Kawasan Prioritas Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin.

AKURAT.CO PLN melalui UID Banten terus memperluas pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis.

Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan wisata.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, mengatakan, pihaknya membuka peluang pengembangan SPKLU secara lebih luas, termasuk di kawasan PIK 2 yang terus berkembang.

“Jadi kami membuka peluang juga secara luas. Tadi juga sudah ada rencana di 20 lokasi. Namun kalau memang di PIK 2 ini ternyata ada lokasi tertentu dan memang membutuhkan, ya kami akan buka secara lebih luas di sini,” ujar Joharifin, beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, PIK 2 dipilih sebagai salah satu lokasi awal pengembangan SPKLU karena memiliki potensi besar sebagai kawasan berkembang dengan jumlah pengguna kendaraan listrik yang cukup tinggi.

Baca Juga: ​Jangan Dikira Aman, Anggun C Sasmi Trauma Kemalingan Dua Kali di Paris

“Ya, kami melihat potensi sebenarnya. PIK itu adalah daerah berkembang, dan saya kira pemilik atau komunitas mobil listrik cukup banyak,” katanya.

Selain mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik, PLN juga ingin mendorong pertumbuhan sektor pariwisata melalui kehadiran infrastruktur kendaraan listrik yang memadai.

“Kami ingin mendorong juga supaya daerah-daerah wisata itu bisa lebih berkembang. Jadi bukan semata-mata hanya mengisi daya saja, tapi juga mendukung peningkatan kawasan wisata agar berkembang maksimal,” jelasnya.

PLN menilai keberadaan SPKLU di kawasan wisata dan pusat pertumbuhan baru akan memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem energi bersih di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.