Akurat Logo

Chery dan Autobacs Bentuk Merek EV Baru untuk Garap Pasar Kei Car Listrik Jepang

Winna Wandayani | 30 Mei 2026, 16:55 WIB
Chery dan Autobacs Bentuk Merek EV Baru untuk Garap Pasar Kei Car Listrik Jepang
chery emta, kei car listrik, mobil listrik jepang

AKURAT.CO Pasar mobil listrik murah di Jepang diperkirakan bakal semakin ramai dalam beberapa tahun ke depan. Setelah BYD memperkenalkan kei car listriknya, kini Chery ikut meramaikan pasar lewat merek baru bernama EMTA.

EMTA merupakan merek kendaraan listrik hasil kolaborasi lima perusahaan dari Jepang dan China. Dua nama besar yang terlibat di dalamnya adalah Chery Automotive dan perusahaan suku cadang otomotif Jepang, Autobacs Seven.

Merek baru tersebut resmi diperkenalkan oleh EMT Co. Kehadirannya menjadi upaya baru untuk menghadirkan kendaraan listrik murah di Jepang yang selama ini masih didominasi mobil berbahan bakar bensin.

Nama EMTA sendiri merupakan singkatan dari 'Easy, Made To All'. Konsep ini menekankan kendaraan listrik yang praktis, mudah digunakan dan dapat dijangkau lebih banyak konsumen.

Fokus utama EMTA adalah menghadirkan mobil mungil yang sesuai dengan karakter jalan di Jepang. Negara tersebut dikenal memiliki banyak kawasan perkotaan dengan jalan sempit dan area parkir terbatas.

Selain dimensinya yang ringkas, perusahaan juga menyoroti kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh mobil listrik. Karena itu, EMTA mengklaim akan menghadirkan kendaraan listrik yang efisien untuk kebutuhan harian masyarakat Jepang.

Dikutip dari Electrek, Kamis (28/5/2026), EMTA disebut menggabungkan teknologi otomotif China dengan pemahaman pasar Jepang. CEO EMT, He Xiaoqing, juga diketahui memiliki pengalaman panjang di industri otomotif bersama Ford, SAIC Motor dan Chery Automotive.

Chery dan para mitranya dijadwalkan meluncurkan kendaraan pertama EMTA pada 2027. Model debutnya akan hadir sebagai kei car listrik dengan harga yang diklaim setara mobil berbahan bakar bensin.

Tidak hanya satu model, perusahaan menargetkan menghadirkan empat kendaraan listrik hingga 2029. Seluruh model tersebut akan dirancang untuk kebutuhan konsumen dengan gaya hidup berbeda-beda.

EMTA juga memperkenalkan sejumlah teknologi utama yang akan menjadi identitas produknya. Teknologi tersebut meliputi Magic SDV, Magic Sync, Magic EV dan Magic Drive.

Magic SDV menjadi platform utama berbasis software yang dapat terus diperbarui melalui Over-the-Air (OTA). Sementara Magic Sync membuat pengemudi dapat mengatur berbagai fitur kendaraan langsung melalui smartphone.

Di sektor performa, EMTA mengembangkan platform EV khusus dengan teknologi e-axle terbaru. Platform tersebut diklaim mampu menghadirkan kabin lebih senyap, akselerasi responsif, serta dukungan pengisian daya cepat.

Perusahaan juga membekali kendaraannya dengan Magic Drive, yakni sistem bantuan berkendara Level 2. Teknologi ini disebut dirancang untuk memenuhi standar keselamatan tinggi yang berlaku di Jepang.

Pasar kei car masih menjadi tulang punggung penjualan otomotif di Jepang. Sekitar sepertiga penjualan mobil baru berasal dari segmen ini, yang hingga kini masih didominasi model bensin seperti Honda N-Box.

Masuknya Chery lewat EMTA menunjukkan produsen otomotif China makin agresif menggarap pasar Jepang. Persaingan mobil listrik murah diperkirakan semakin ketat, terutama di segmen kendaraan perkotaan.

Tren ini juga berpotensi memengaruhi pasar Indonesia yang mulai serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Jika kei car listrik murah masuk ke Tanah Air, segmen mobil perkotaan diprediksi bakal semakin ramai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.