Jika Dibandingkan Saat Ibu dan Bapak Guru Menjadi Murid Dahulu dan Murid-murid Sekarang, Hal Apa Saja yang Berbeda?
Sultan Tanjung | 19 Maret 2024, 17:30 WIB

AKURAT.CO Saat membandingkan pengalaman ibu dan bapak guru ketika mereka menjadi murid dahulu dengan pengalaman murid-murid sekarang, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan.
Berikut adalah beberapa aspek yang membedakan keduanya:
-
Cara Mengajar:
- Dulu: Guru hanya mengajar secara satu arah, dengan memberikan materi yang ada di dalam buku kepada siswa.
- Sekarang: Guru perlu mendampingi siswa dan memahami kebutuhan mereka. Interaksi dua arah lebih ditekankan, sehingga guru dapat membantu siswa memenuhi kebutuhan belajar mereka.
-
Penggunaan Teknologi:
- Dulu: Teknologi terbatas, sehingga guru cenderung menggunakan papan tulis dan media sederhana.
- Sekarang: Berbagai teknologi canggih tersedia untuk mendukung pembelajaran, seperti komputer, internet, dan perangkat mobile. Guru dapat memanfaatkan teknologi ini untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
-
Perkembangan Kurikulum:
- Dulu: Kurikulum lebih sederhana dan fokus pada materi pelajaran dasar.
- Sekarang: Kurikulum terus berkembang dan mencakup aspek yang lebih luas, termasuk keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter. Siswa diajarkan untuk lebih aktif berpikir dan berpartisipasi.
-
Peran Guru:
- Dulu: Guru lebih sebagai penyampai informasi.
- Sekarang: Guru juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping siswa. Mereka memahami keberagaman gaya belajar siswa dan berusaha memenuhi kebutuhan individu.
-
Keterlibatan Orang Tua:
- Dulu: Keterlibatan orang tua terbatas pada rapat sekolah dan laporan nilai.
- Sekarang: Orang tua lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak, baik melalui komunikasi langsung dengan guru maupun melalui platform digital.
Dengan perubahan ini, proses belajar mengajar menjadi lebih dinamis dan adaptif.
Guru harus terus mengasah kemampuan mereka agar dapat memenuhi tuntutan zaman dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





