Susu Formula sebagai Solusi: Ketika Pemberian ASI Eksklusif Tidak Memungkinkan

AKURAT.CO Pemberian ASI eksklusif untuk bayi berusia 0-6 bulan merupakan harapan semua pihak, terutama orang tua.
Namun, dalam beberapa situasi, pemberian ASI eksklusif menghadapi berbagai kendala yang membuat susu formula (sufor) menjadi alternatif.
Dokter spesialis anak, dr. Melani Rakhmi Mantu, Sp.A, menjelaskan ada kondisi tertentu yang membuat pemberian ASI tidak memungkinkan.
Ini bisa terjadi karena ibu meninggal, ASI tidak keluar, atau ibu menderita penyakit yang membuatnya tidak bisa menyusui.
Baca Juga: Pencurian 3.000 Data Warga Bogor, Polisi Temukan Ada MoU Antara Pelaku dengan Indosat
"Rekomendasi untuk bayi usia 0-6 bulan adalah ASI eksklusif. Namun, ada beberapa kondisi yang menghalangi, seperti ibu yang tidak ada, tidak bisa memproduksi ASI, atau sedang sakit," jelas dr. Melani.
Menurutnya, dalam kondisi ini, sufor menjadi solusi agar bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.
“Dalam situasi tersebut, alternatifnya adalah susu formula,” katanya.
Dr. Melani juga menekankan bahwa sufor yang beredar sudah melalui seleksi ketat dan aman untuk bayi.
“Saya percaya bahwa produsen susu formula telah menjalani proses produksi yang aman dan sesuai standar untuk bayi usia 0-6 bulan,” tambahnya.
Baca Juga: Majelis Hakim Pertanyakan Kerugian Lingkungan Rp271 Triliun, JPU: Kami akan Kaji Keterangan Ahli
Senada dengan dr. Melani, Peneliti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, menyatakan, meskipun ASI eksklusif diutamakan dan dilindungi dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024, penggunaan sufor tetap diperbolehkan dalam kondisi tertentu.
"Pemberian susu formula diperbolehkan jika pemberian ASI atau ASI donor tidak memungkinkan, baik karena kondisi medis atau situasi yang memisahkan ibu dari bayi,” jelas Niti, merujuk pada Pasal 29 PP No. 28 Tahun 2024.
Ia menambahkan bahwa ada indikasi medis, seperti ibu yang sakit atau alergi protein, yang membuat bayi memerlukan tambahan sufor.
"Jika kondisi medis menyulitkan ibu memberikan ASI, atau berat badan bayi tidak naik, maka pemberian susu formula menjadi pilihan,” tutup Niti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








