Akurat
Pemprov Sumsel

Konsumsi Ayam dan Telur Kalah Jauh dari Malaysia, Bagaimana Masa Depan Indonesia Emas 2045?

Sultan Tanjung | 14 November 2024, 09:55 WIB
Konsumsi Ayam dan Telur Kalah Jauh dari Malaysia, Bagaimana Masa Depan Indonesia Emas 2045?

AKURAT.CO Konsumsi ayam dan telur di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga, terutama Malaysia.

Hal ini diungkapkan oleh Achmad Dawami, Senior Vice President PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yang menyoroti rendahnya konsumsi protein hewani di kalangan masyarakat Indonesia.

Dawami menjelaskan bahwa konsumsi ayam dan telur per kapita di Indonesia masih jauh di bawah angka ideal yang disarankan oleh para ahli kesehatan.

Menurut data dari lembaga akademis, rata-rata konsumsi ayam di Indonesia hanya sekitar 12-15 kg per kapita per tahun dan konsumsi telur berkisar 100 butir per tahun.

Angka ini kontras dengan konsumsi di Malaysia yang mencapai sekitar 50 kg daging ayam dan 300 butir telur per kapita per tahun.

“Masalah kesadaran masyarakat, jadi kalau masyarakat kita masih harus terus menerus disadarkan bahwa supaya rakyatnya cerdas dan sehat ya harus terus mengkonsumsi makanan dengan benar apalagi mulai bagi balita penting sekali dalam pembentukan otak agar tidak kosong, jika kosong akan menjadi beban pemerintah dan keluarga,” ujar Dawami pada hari kedua Indonesia Knowledge Forum XIII 2024 atau IKF yang dihelat oleh BCA pada Rabu,(12/11).

Baca Juga: Pentingnya Partisipasi Masyarakat Awasi Kesalahan Konsumsi Susu Pada Anak

Menurutnya, rendahnya konsumsi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti daya beli masyarakat, distribusi pangan, dan keterbatasan pengetahuan mengenai pentingnya protein dalam pola makan sehat.

Dawami mengajak pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk lebih aktif mendorong konsumsi protein hewani, khususnya daging ayam dan telur, untuk mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

"Bagi saya bukan bisnisnya saja, tapi sebenarnya kesadaran masyarakat mengkonsumsi protein dari ayam akan meningkatkan kecerdasan bangsa, karena bagaimanapun itu paling murah (harganya)" tuturnya.

Baca Juga: JAPFA For Kids Awards Apresiasi Inovasi Sekolah Dampingan

Optimisme Program Makan Bergizi Gratis

Meski demikian, Dawami optimis pada pemerintahan baru Prabowo Subianto dengan program makan bergizi gratis dapat meningkatkan konsumsi ayam dan telur.

"(Makan Bergizi Gratis) itu bagaimanapun juga akan ada dampak terhadap konsumsi ayam di kemudian hari, meskipun dampaknya tidak sama dengan apa yang diperkirakan, perkiraanya sekitar 900 Ribu Ton per tahun, tapi bagi saya berdampak sekitar 400 Ribu ton pertahun sudah bagus, berarti ada peningkatan konsumsi," jelasnya.

Data dari lembaga akademis juga menunjukkan korelasi positif antara konsumsi protein hewani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut penelitian, protein hewani membantu perkembangan otak, memperkuat sistem imun, dan meningkatkan kemampuan kognitif.

Baca Juga: PBB Dukung Indonesia Terapkan Program Makan Bergizi Gratis

Dengan meningkatnya konsumsi protein, diharapkan Indonesia dapat memperkuat SDM yang lebih kompetitif di masa depan.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sebagai salah satu perusahaan besar di industri perunggasan terus berupaya mendukung ketersediaan ayam dan telur dengan harga terjangkau serta menjaga kualitasnya agar masyarakat semakin mudah mengakses sumber protein ini.

"Justru Japfa mendukung kalau perlu membuat semacam kitchen center untuk melayani masyarakat sekitar, karena dengan program Japfa for Kids saja kita sebenarnya sudah ke daerah-daerahdan kita tinggal follow-up saja dan dampaknya bukan untuk Japfa saja tapi untuk masyarakat keseluruhan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.