AKURAT.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan, keluarga merupakan kekuatan utama dalam membangun bangsa.
Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali memaknai pentingnya peran keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Ketahanan keluarga amatlah penting untuk masa depan Indonesia dalam menciptakan generasi emas,” ujar Wihaji, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, untuk mewujudkan target besar di 2045, dibutuhkan inovasi dan terobosan dalam mempercepat pembangunan manusia, khususnya yang berbasis keluarga.
Pendekatan teknologi, kata Wihaji, bisa menjadi solusi untuk membentuk generasi unggul dengan lebih efisien.
“Kalau lewat cara tradisional, prosesnya panjang. Mari kita percepat. Perubahan perilaku bisa kita dorong lewat pendekatan teknologi, termasuk dalam upaya pencegahan berbagai persoalan keluarga,” ujarnya optimistis.
Kementerian Kependudukan dan BKKBN, kata Wihaji, tengah fokus mengelola bonus demografi yang kini sedang dinikmati Indonesia. Melalui pendekatan berbasis siklus kehidupan, pemerintah terus membersamai keluarga agar menjadi lebih mandiri, tenteram, dan bahagia.
Berdasarkan data Kemendukbangga/BKKBN 2024, jumlah keluarga di Indonesia diperkirakan mencapai 87,8 juta.
Baca Juga: Tips Dokter untuk Lansia Usai Berhaji: Pentingnya Asupan Nutrisi, Jaga Pola Makan
Wihaji menekankan bahwa keluarga sehat adalah kunci untuk mengoptimalkan bonus demografi. Salah satu tantangan besar yang harus segera diatasi adalah stunting.
“Hari ini kita cegah stunting lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING. Kita cari hulunya: apakah air bersih, sanitasi, gizi, atau pernikahan dini. Fokus utama kita sekarang adalah 1.000 hari pertama kehidupan (HPK),” jelasnya.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting secara nasional menurun menjadi 19,8 persen, dari sebelumnya 21,5 persen pada 2023.
Target nasional untuk 2025 adalah 18 persen, dan 14 persen pada 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMN.
“Penurunan stunting jangan hanya dilihat sebagai angka. Ini tentang bagaimana anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan optimal menjadi generasi emas,” tegas Wihaji.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun keluarga yang kuat dan sejahtera demi Indonesia yang lebih maju.
Baca Juga: Kementerian Ekraf Perkuat Ekspor Kriya lewat Program ASIK, Yogyakarta Jadi Kota Pertama
“Mari kita perjuangkan keluarga Indonesia yang mandiri, tenteram, dan bahagia. Dari keluarga untuk Indonesia Maju. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-32 untuk seluruh keluarga Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud hingga Rote,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








