Bagaimana Mengajarkan Anak Bersyukur? Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan Orang Tua

AKURAT.CO Mengajarkan anak untuk berkata “terima kasih” mungkin terasa mudah. Namun membantu mereka benar-benar memahami rasa syukur adalah hal yang berbeda.
Apalagi di era sekarang, ketika anak-anak terbiasa dengan fasilitas yang melimpah, membuat mereka menghargai apa yang dimiliki bisa menjadi tantangan tersendiri.
Meski tidak selalu mudah, menanamkan rasa syukur sejak dini sangat bermanfaat bagi perkembangan emosi, mental, dan sikap mereka di masa depan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan di rumah.
Baca Juga: Patrick Kluivert Sempat Kecewa Timnas Indonesia Batal Lawan Kuwait, Bersyukur Ada Taiwan
1. Memberi contoh setiap hari
Anak biasanya belajar dari apa yang mereka lihat. Biasakan memberi ucapan terima kasih kepada siapa pun yang memberi bantuan. Sertakan anak ketika kamu mengapresiasi seseorang.
Mengucapkan terima kasih kepada anak ketika mereka membantu atau berusaha melakukan sesuatu juga membuat mereka merasa dihargai.
2. Menunjukkan tindakan baik
Saat ada orang yang melakukan hal lebih dari biasanya, beri tahu anak bahwa itu bentuk perhatian yang patut diapresiasi. Ini membantu mereka mengenali upaya orang lain dan memahami bahwa kebaikan layak untuk dihargai.
3. Mengobrol tentang perasaan
Ajak anak membahas bagaimana rasanya ketika ada yang mengucapkan terima kasih, dan bagaimana rasanya jika usaha mereka tidak dihargai. Dengan menghubungkan pengalaman kepada perasaan sendiri, anak lebih mudah memahami alasan kenapa bersyukur itu penting.
4. Mencari cara kreatif untuk berterima kasih
Tidak semua anak nyaman mengucapkan terima kasih langsung. Kamu bisa mengajak mereka mencari cara lain seperti memberi senyum, membuat gambar sederhana, atau mengirim foto saat menerima hadiah.
5. Mengenalkan siapa saja yang membantu
Ajak anak melihat bahwa banyak orang mendukung kesehariannya, seperti guru, tetangga, atau pelatih. Sesekali, ajak mereka membuat kue atau kartu kecil sebagai bentuk apresiasi. Aktivitas ini membantu mereka belajar tentang hubungan sosial dan rasa saling menghargai.
6. Mengajak anak melihat perspektif lain
Tanpa menakut-nakuti, kamu bisa menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan atau fasilitas yang sama. Mengetahui hal ini bisa membantu anak memahami bahwa apa yang mereka miliki layak disyukuri, sekaligus menumbuhkan empati.
7. Membiarkan anak memilih cara berbagi
Jika anak punya minat tertentu, arahkan ke kegiatan positif seperti membuat donasi kecil, ikut kegiatan sosial sekolah, atau membantu teman. Keterlibatan langsung membuat mereka menyadari bahwa memberi itu menyenangkan.
8. Mengajak seluruh keluarga terlibat
Jika anak masih kecil atau belum percaya diri, kegiatan berbagi bisa dilakukan sebagai aktivitas keluarga. Kamu bisa mengajaknya menjadi relawan keluarga atau memilih lembaga sosial untuk didukung bersama.
9. Membuat rutinitas syukur sebelum tidur
Saat menjelang tidur, minta anak menyebutkan beberapa hal yang mereka syukuri hari itu. Tidak harus hal besar; bisa saja tentang permainan yang menyenangkan, bantuan teman, atau makanan favorit yang mereka makan. Cara sederhana ini membantu anak menutup hari dengan pikiran positif.
10 Menghargai cara anak mengekspresikan syukur
Setiap anak punya cara berbeda dalam menunjukkan rasa terima kasih. Ada yang nyaman mengucapkannya, ada yang lebih suka memberi pelukan atau membantu pekerjaan rumah. Menghargai cara mereka akan membuat anak merasa dilihat dan diterima.
Baca Juga: Doa Ulang Tahun dalam Alquran: Panduan Lengkap untuk Bersyukur di Hari Spesial
Manfaat Mengajarkan Anak Bersyukur
Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak yang terbiasa bersyukur cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik.
Anak Lebih bahagia
Penelitian menemukan bahwa anak yang belajar bersyukur sejak kecil memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi. Mereka cenderung merasa lebih puas dengan keluarga, sekolah, dan lingkungannya.
Anak Lebih sehat secara fisik dan mental
Rasa syukur membantu meningkatkan kualitas tidur, memperkuat hubungan sosial, dan menurunkan tingkat stres. Hal ini mendukung kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik.
Membentuk anak menjadi pribadi dewasa yang optimis
Ketika anak terbiasa menghargai hal-hal kecil, mereka terbawa menjadi pribadi dewasa yang lebih optimis dan mudah melihat sisi baik dari berbagai pengalaman.
Mengajarkan anak bersyukur tidak harus dilakukan lewat cara yang berat. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan setiap hari, seperti memberi contoh, mengobrol tentang perasaan, dan mengapresiasi tindakan baik di sekitar mereka.
Semakin sering anak melihat dan merasakan contoh nyata, semakin mudah mereka memahami makna bersyukur.
Pada akhirnya, kebiasaan sederhana ini bisa membantu mereka tumbuh sebagai pribadi yang lebih hangat, empatik, dan bahagia.
Nadira Maia Arziki (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






