Kurikulum AI Masuk Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengumumkan, pembelajaran Artificial Intelligence (AI) akan segera diterapkan dalam kurikulum pendidikan nasional.
Kebijakan ini, kata Gibran, telah disepakati dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Mulai tahun ajaran baru, kita akan memasukkan pelajaran AI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK," ujar Wapres dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).
Menurut Gibran, pembelajaran AI sejak dini menjadi sangat penting karena teknologi ini akan menjadi kunci di berbagai sektor kehidupan masa depan.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mahir menggunakan AI, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang berdampak luas bagi bangsa dan dunia.
Gibran juga mencontohkan penerapan AI di dunia nyata, seperti yang dilakukan PT Jasa Marga dalam memantau lalu lintas di ruas-ruas tol selama libur Lebaran, serta penggunaan teknologi AI Face Recognition oleh PT KAI.
"Di Jasa Marga, anak-anak muda sudah menggunakan AI untuk melihat trafik di seluruh ruas tol, sehingga bisa tahu kapan perlu memberlakukan one way atau contraflow. Di KAI, kamera canggih dengan AI Face Recognition mampu mendeteksi pelaku kejahatan," paparnya.
Baca Juga: Buka Musi Runner 5K, Cik Ujang: Ajang Cari Bibit Pelari untuk Harumkan Sumsel di Kancah Nasional
Lebih lanjut, Gibran mengajak generasi muda untuk menguasai berbagai teknologi baru seperti AI, crypto, dan blockchain agar dapat menjadi pelopor inovasi di era industri masa depan.
"Indonesia tidak pernah kekurangan anak-anak pintar. Kalian harus berani meng-embrace teknologi-teknologi terkini untuk membangun masa depan," pesannya.
Sebelumnya, Gibran mengapresiasi langkah BINUS University dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
Dalam kunjungan ke kampus BINUS bertajuk “Creative Job Opportunity with AI” di Jakarta Barat, Wapres menyampaikan dukungan penuh terhadap inovasi mahasiswa yang memanfaatkan AI untuk menjawab tantangan sosial, pendidikan, hingga pengembangan UMKM.
"Inovasi mahasiswa BINUS membuktikan bahwa AI bukan hanya untuk teknologi tinggi, tetapi juga bisa menjadi solusi nyata untuk berbagai masalah di masyarakat," tutur Gibran.
Ia juga mengapresiasi upaya BINUS dalam mengintegrasikan AI ke berbagai aspek layanan akademik, dari administrasi hingga pengembangan kurikulum, yang dinilai sejalan dengan prioritas pemerintah mencetak talenta digital unggul dalam kerangka Indonesia Emas 2045.
Wapres menekankan pentingnya kolaborasi dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap dinamika global.
"Pemerintah akan terus mendukung inisiatif-inisiatif inovatif seperti ini di seluruh Indonesia," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








