Akurat
Pemprov Sumsel

Jelaskan Bagaimana Terjadinya Tsunami pada Waktu Terjadinya Gempa Bumi? Inilah Jawaban yang Akurat

Moh.Apriawan | 21 Mei 2025, 09:35 WIB
Jelaskan Bagaimana Terjadinya Tsunami pada Waktu Terjadinya Gempa Bumi? Inilah Jawaban yang Akurat

pada waktu terjadinya gempa bumi?

Tsunami adalah bencana alam yang sangat destruktif dan seringkali terjadi bersamaan dengan gempa bumi bawah laut.

Fenomena ini menimbulkan gelombang laut raksasa yang dapat menghancurkan wilayah pesisir dalam waktu singkat.

Memahami bagaimana tsunami terjadi saat gempa bumi sangat penting untuk mitigasi risiko dan kesiapsiagaan masyarakat.

Artikel ini akan menjelaskan secara akurat proses terjadinya tsunami yang dipicu oleh gempa bumi berdasarkan kajian ilmiah dan sumber terpercaya.

Baca Juga: KPK Siap Jerat Waskita Karya Tersangka Korporasi Terkait Korupsi Shelter Tsunami

Proses Terjadinya Gempa Bumi yang Memicu Tsunami

Gempa bumi yang menyebabkan tsunami biasanya merupakan gempa tektonik yang terjadi akibat pergeseran lempeng bumi di dasar laut.

Ketika dua lempeng tektonik bertabrakan, salah satu lempeng dapat terdorong ke bawah (subduksi) sementara yang lain terdorong ke atas secara vertikal.

Pergeseran vertikal ini menyebabkan perubahan mendadak pada dasar laut.

Pusat gempa yang berada di bawah laut dengan kedalaman dangkal (kurang dari 70 km) dan kekuatan minimal 6,5 Skala Richter berpotensi memicu tsunami.

Energi yang dilepaskan dari pergeseran ini merambat dalam bentuk gelombang seismik dan menyebabkan dasar laut terangkat atau turun secara tiba-tiba.

Bagaimana Pergeseran Dasar Laut Memicu Tsunami?

Ketika dasar laut bergeser secara vertikal, air di atasnya ikut terdorong naik atau turun secara tiba-tiba.

Perubahan volume air ini menciptakan gangguan besar pada kolom air laut, yang kemudian membentuk gelombang besar yang bergerak ke segala arah dari pusat gempa.

Gelombang tsunami ini memiliki kecepatan sangat tinggi di tengah laut, bisa mencapai 500 hingga 1.000 kilometer per jam, namun dengan tinggi gelombang yang relatif rendah sehingga sulit terdeteksi oleh kapal di laut lepas.

Baca Juga: Gempa Bumi dan Tsunami Guncang Miyazaki, Jepang, Ini Doa saat Mendengar Bencana Dahsyat

Perjalanan Gelombang Tsunami Menuju Daratan

Saat gelombang tsunami mendekati pantai, kedalaman laut yang semakin dangkal menyebabkan kecepatan gelombang melambat drastis, menjadi sekitar 30 kilometer per jam.

Namun, energi gelombang yang besar menyebabkan tinggi gelombang meningkat secara signifikan, bahkan bisa mencapai puluhan meter.

Gelombang raksasa inilah yang kemudian menghantam garis pantai dengan kekuatan dahsyat, menyebabkan banjir besar, kerusakan infrastruktur, dan korban jiwa.

Penyebab Lain Terjadinya Tsunami

Selain gempa bumi bawah laut, tsunami juga dapat disebabkan oleh aktivitas vulkanik (letusan gunung berapi dasar laut), longsor bawah laut, atau jatuhnya meteor ke laut.

Namun, sekitar 90% tsunami dunia disebabkan oleh gempa bumi tektonik di dasar laut.

Baca Juga: Isu Gempa Megathrust Magnitudo 9,0 Bisa Memicu Tsunami, Berikut Doa Agar Selamat dari Segala Macam Bencana

Contoh Kasus dan Zona Rawan Tsunami

Sebagian besar tsunami besar terjadi di kawasan Ring of Fire, zona subduksi aktif yang melingkari Samudra Pasifik, termasuk wilayah Indonesia.

Gempa bumi di zona ini sering memicu tsunami yang berdampak besar pada wilayah pesisir.

Rangkuman

Tsunami terjadi sebagai akibat langsung dari gempa bumi bawah laut yang menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut secara tiba-tiba.

Pergeseran ini memicu perpindahan besar air laut yang menghasilkan gelombang tsunami dengan kecepatan tinggi di tengah laut dan tinggi gelombang yang meningkat saat mendekati pantai.

Pemahaman mekanisme ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah rawan tsunami, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang terletak di zona subduksi aktif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.