Kenapa atau Mengapa? Ini Perbedaan dan Waktu Penggunaan yang Tepat Menurut KBBI!

AKURAT.CO Kalau kamu masih bingung kapan harus pakai kata "kenapa" dan kapan pakai "mengapa", kamu nggak sendirian.
Dua kata ini memang sering bikin galau pengguna bahasa Indonesia, apalagi keduanya sama-sama ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi terbaru dari Badan Bahasa Kemendikbudristek.
Tapi tahukah kamu? Meski sering dianggap sama, ternyata ada perbedaan penting dalam makna dan penggunaannya, lho!
Kata 'Kenapa' dan 'Mengapa' Sama-Sama Masuk KBBI, Tapi...
Dalam KBBI VI Daring, kata mengapa diberi label sebagai kata baku. Sementara itu, kenapa diberi label pron. dan cak., yang artinya adalah pronomina (kata tanya) dan cakapan (ragam tidak baku).
Baca Juga: Inilah Penjelasan Arti, Antonim, dan Sinonim 'Menjadi' Menurut KBBI
Apa artinya?
Mengapa = kata baku - cocok untuk situasi formal
Kenapa = bentuk tidak baku - digunakan dalam percakapan santai atau informal
Kapan Harus Pakai Kata 'Mengapa'?
Sebagai kata baku, mengapa lebih cocok dipakai dalam konteks resmi dan profesional. Misalnya:
-
Saat menulis laporan atau artikel ilmiah
-
Saat berbicara di depan umum
-
Dalam surat menyurat resmi
-
Saat berdiskusi dengan atasan atau orang yang dihormati
Contoh penggunaan:
Mengapa kebijakan itu belum diterapkan hingga sekarang?
Lalu, Kapan Boleh Pakai Kata 'Kenapa'?
Nah, kenapa justru lebih sering muncul dalam obrolan sehari-hari atau tulisan yang santai. Kata ini digunakan dalam situasi yang lebih akrab, seperti:
-
Chat dengan teman
-
Tulisan media sosial
-
Percakapan langsung
-
Surat pribadi
Contoh penggunaan:
Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?
Meski tidak baku, kata kenapa bukan berarti salah, ya. Justru kata ini menunjukkan kekayaan dan fleksibilitas bahasa Indonesia dalam konteks informal.
Baca Juga: Fotokopi atau Fotocopy yang Benar atau Baku? Inilah Penjelasan Akurat dan Lengkap Menurut KBBI
Bolehkan 'Kenapa' Dipakai dalam Teks Tulis?
Jawabannya: boleh, selama konteksnya bukan formal. Misalnya:
-
Artikel ringan
-
Cerita pendek
-
Dialog dalam novel
-
Surat pribadi
Namun, hindari menggunakan kenapa dalam dokumen resmi atau komunikasi bisnis, karena bisa dianggap kurang profesional.
Perbedaan utama antara kenapa dan mengapa terletak pada tingkat kebakuan dan konteks penggunaannya. Gunakan:
-
Mengapa untuk situasi formal dan tulisan resmi
-
Kenapa untuk situasi informal dan percakapan sehari-hari
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih percaya diri dalam memilih kata yang tepat sesuai konteks. Jadi, mulai sekarang nggak bingung lagi, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









