Akurat
Pemprov Sumsel

Siapakah Tokoh-Tokoh Pendidikan Internasional yang Mempengaruhi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan?

Moh.Apriawan | 18 Juni 2025, 10:20 WIB
Siapakah Tokoh-Tokoh Pendidikan Internasional yang Mempengaruhi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan?

AKURAT.CO Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia yang memiliki pemikiran revolusioner dalam dunia pendidikan.

Pemikirannya tidak muncul secara spontan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai tokoh pendidikan internasional yang gagasannya membentuk fondasi sistem pendidikan yang humanis dan berorientasi pada perkembangan anak.

Artikel ini akan mengulas tokoh-tokoh pendidikan internasional yang berperan penting dalam mempengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, sehingga konsep pendidikan yang beliau kembangkan menjadi relevan dan inovatif.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan ‘Manusia Merdeka’ Menurut Ki Hadjar Dewantara? Inilah Penjelasan yang Akurat

1. Maria Montessori

Maria Montessori adalah tokoh pendidikan asal Italia yang dikenal dengan metode pembelajaran yang berpusat pada anak (child-centered learning).

Montessori menekankan pentingnya kebebasan belajar dalam suasana yang terstruktur dan memberikan ruang bagi anak untuk memilih aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.

Konsep playful learning atau pembelajaran melalui bermain menjadi aspek krusial dalam metode Montessori.

Ki Hadjar Dewantara mengadopsi prinsip ini dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk tumbuh sesuai kodrat dan minatnya, namun tetap dalam bimbingan guru yang berperan sebagai fasilitator.

Pendekatan ini terlihat dalam sistem pendidikan Taman Siswa yang beliau dirikan, yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran.

2. Friedrich Froebel

Friedrich Froebel adalah pendiri konsep kindergarten atau taman kanak-kanak, yang menekankan pentingnya permainan sebagai sarana belajar anak usia dini.

Froebel percaya bahwa melalui bermain, anak dapat mengembangkan aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial secara menyeluruh.

Ki Hadjar Dewantara terinspirasi oleh ide Froebel dalam mengembangkan pendidikan yang holistik dan menyeluruh, yang tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga perkembangan karakter dan sosial anak.

Konsep among yang beliau kembangkan juga mencerminkan perhatian pada pembimbingan yang humanis dan penuh kasih sayang.

Baca Juga: Pendidikan Budi Pekerti Harus Selaras dengan Nilai-Nilai Pancasila. Bagaimana Ki Hadjar Dewantara Menjelaskan tentang Budi Pekerti?

3. Rabindranath Tagore

Rabindranath Tagore, tokoh pendidikan dan sastrawan India, dikenal dengan pendekatan pendidikan yang mengedepankan kebebasan, kreativitas, dan kedekatan dengan alam.

Sekolah Santiniketan yang didirikannya menekankan pendidikan yang mengintegrasikan seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Ki Hadjar Dewantara banyak terpengaruh oleh pemikiran Tagore, terutama dalam hal pentingnya pendidikan yang berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal namun terbuka terhadap pengaruh global.

Pendekatan ini memperkuat semangat nasionalisme dan kebudayaan dalam sistem pendidikan yang beliau bangun.

Pengaruh Tokoh Lain dan Konteks Pendidikan

Selain ketiga tokoh utama tersebut, Ki Hadjar Dewantara juga dipengaruhi oleh pemikiran pendidikan Barat yang humanistik dan progresif.

Pendidikan yang mengutamakan kebebasan berpikir, pengembangan potensi individu, serta pendidikan yang tidak bersifat otoriter menjadi ciri khas pemikiran beliau.

Kontribusi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan Indonesia menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional dan modern, serta antara budaya lokal dan global.

Kesimpulan

Tokoh-tokoh pendidikan internasional yang mempengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara antara lain Maria Montessori, Friedrich Froebel, dan Rabindranath Tagore.

Montessori memberikan inspirasi tentang pembelajaran yang berpusat pada anak dengan pendekatan bermain dan kebebasan terstruktur.

Froebel menekankan pentingnya bermain sebagai sarana perkembangan holistik anak, sementara Tagore mengajarkan pendidikan yang mengintegrasikan budaya, seni, dan kedekatan dengan alam.

Pengaruh tokoh-tokoh ini membantu Ki Hadjar Dewantara mengembangkan sistem pendidikan yang humanis, nasionalistik, dan progresif, yang menjadi dasar pendidikan nasional Indonesia hingga kini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.