Sebutkan Dua Strategi Utama dalam Menginternalisasi Nilai dalam Pembelajaran: Jawaban PPG 2025

AKURAT.CO Sebutkan dua strategi utama dalam menginternalisasi nilai dalam pembelajaran: Jawaban PPG 2025 menjadi pertanyaan penting yang sering muncul dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Strategi ini berperan vital dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat.
Strategi Internal dalam Pembelajaran Nilai: Landasan Teoritis
Menginternalisasi nilai adalah proses penting dalam pendidikan, di mana peserta didik tidak hanya mengetahui nilai-nilai moral dan sosial, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kepribadian dan perilaku sehari-hari.
Menurut Kemendikbud dan berbagai literatur pendidikan seperti teori Lawrence Kohlberg dan Ki Hadjar Dewantara, pembentukan nilai berlangsung melalui tahapan: transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai.
Dalam konteks ini, guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator, teladan, dan penggerak nilai-nilai dalam pembelajaran.
Dua Strategi Utama dalam Menginternalisasi Nilai dalam Pembelajaran
Berikut ini adalah dua strategi utama yang dapat diterapkan oleh guru untuk menginternalisasi nilai dalam pembelajaran:
1. Keteladanan (Modeling)
Strategi pertama adalah keteladanan, di mana guru berperan sebagai contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan disiplin.
Peserta didik akan lebih mudah meniru perilaku positif yang mereka lihat langsung dari gurunya.
Dalam teori pembelajaran sosial oleh Albert Bandura, disebutkan bahwa perilaku seseorang dapat dipelajari melalui observasi.
Oleh karena itu, sikap dan perilaku guru di kelas menjadi sangat berpengaruh terhadap internalisasi nilai peserta didik.
2. Pembiasaan (Habituation)
Baca Juga: Kunci Jawaban Lengkap Cerita Reflektif Modul 3 Topik 2 PPG 2025: Urgensi Pendidikan Nilai
Strategi kedua adalah pembiasaan, yakni menciptakan rutinitas yang konsisten dalam praktik nilai-nilai positif.
Contohnya, membiasakan siswa mengucap salam, datang tepat waktu, bergotong royong, atau menghargai pendapat orang lain dalam diskusi.
Dengan pembiasaan yang berulang dan dikaitkan langsung dengan kegiatan pembelajaran, nilai-nilai tersebut akan tertanam dalam sikap dan perilaku peserta didik secara alami.
Penerapan Strategi dalam Kegiatan Pembelajaran
Untuk menginternalisasi nilai secara efektif, guru bisa menyisipkan kedua strategi di atas dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
Misalnya, dalam pembelajaran IPS, guru tidak hanya menyampaikan materi sejarah pergerakan nasional, tetapi juga mengajak siswa mendiskusikan nilai nasionalisme dan sikap kepahlawanan.
Kemudian guru menunjukkannya lewat sikap menghargai pendapat siswa dan mengajak mereka bekerja sama dalam proyek kelas.
Keteladanan dan pembiasaan adalah dua strategi utama yang paling efektif dalam menginternalisasi nilai dalam pembelajaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







