Akurat
Pemprov Sumsel

Kepala Puspenma Ruchman Basori: BIB Adalah Bentuk Nyata Kehadiran Negara untuk Pendidikan Berkualitas

Fajar Rizky Ramadhan | 30 Juni 2025, 12:47 WIB
Kepala Puspenma Ruchman Basori: BIB Adalah Bentuk Nyata Kehadiran Negara untuk Pendidikan Berkualitas

AKURAT.CO Ribuan calon penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun 2025 akan mengikuti Seleksi Akademik dan Tes Bakat Skolastik yang dijadwalkan berlangsung serentak pada Minggu, 29 Juni 2025.

Seleksi ini menjadi tahapan krusial dalam rangkaian proses beasiswa yang pada tahun ini berhasil menarik lebih dari 13.000 pendaftar dari berbagai penjuru Indonesia.

Program BIB merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang resmi diluncurkan pada 21 Maret 2025.

Masa pendaftaran dibuka sejak 1 April hingga 31 Mei 2025 dan menjaring sebanyak 13.426 pendaftar. Setelah seleksi administrasi yang dilaksanakan pada 1–10 Juni, sebanyak 7.926 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.

Menjelang pelaksanaan seleksi utama, para peserta lebih dulu mengikuti simulasi Tes Akademik dan Bakat Skolastik pada Sabtu, 28 Juni 2025. Tes utama dilaksanakan secara daring dengan menggandeng dua institusi ahli, yakni Applied Psychological Center (APC) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan (PSPPP) UIN Sunan Ampel Surabaya.

Baca Juga: Ribuan Peserta Bersaing Ketat dalam Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama, Ruchman Basori, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan dan mencetak generasi unggul.

“Beasiswa Indonesia Bangkit adalah ikhtiar negara untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan studi lanjut. Ini upaya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang ilmu keagamaan, sains dan teknologi, serta sosial-humaniora,” ujar Ruchman saat meninjau simulasi tes di UIN Surabaya, Jumat (28/6/2025).

Ruchman juga menyoroti pentingnya pendekatan seleksi berbasis potensi yang tidak semata-mata mengandalkan nilai akademik. Ia menekankan bahwa Tes Akademik dan Bakat Skolastik dirancang untuk mengukur kapasitas berpikir kritis, ketahanan mental, serta integritas pribadi peserta.

Menurutnya, BIB tidak hanya bertujuan melahirkan intelektual unggul, tetapi juga sosok-sosok moderat yang dapat menjadi agen kebinekaan di tengah masyarakat majemuk. “BIB juga berkomitmen melahirkan awardee yang moderat dan inklusif, sejalan dengan semangat kebinekaan bangsa,” tambahnya.

Tahun ini, BIB menawarkan skema fully-funded untuk jenjang S1, S2, dan S3 dalam negeri, serta S2 dan S3 luar negeri. Selain itu, terdapat program strategis lainnya seperti Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh berbasis siber di UIN Siber Cirebon, hingga program double degree antara PTKIN dan universitas mitra di luar negeri.

Baca Juga: Nota Diplomatik Saudi Bocor, Kemenag Klarifikasi Catatan Penyelenggaraan Haji 2025

Menutup keterangannya, Ruchman mengingatkan pentingnya kesiapan dan kesungguhan para peserta dalam menjalani proses seleksi. “Setiap tahap seleksi adalah gerbang penting. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan kerjakan tes dengan cermat. Persaingan ketat, dan hanya mereka yang unggul yang akan terpilih,” pungkasnya.

Program Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, terjangkau, dan relevan dengan tantangan zaman bagi generasi muda Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.