Apa Itu Fenomena Aphelion? Apakah Pengaruhnya Terasa di Indonesia?

AKURAT.CO Banyak orang tak menyadari bahwa setiap tahun, Bumi mengalami momen unik yang disebut aphelion ketika posisinya berada paling jauh dari Matahari.
Fenomena ini bukan hal aneh dalam dunia astronomi, namun tetap menjadi fakta menarik yang jarang dibahas dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Fenomena Aphelion?
Dilansir dari berbagai sumber, dalam satu tahun, Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna.
Karena bentuk orbit tersebut, jarak antara Bumi dan Matahari tidak selalu sama. Aphelion adalah titik ketika jarak itu mencapai posisi paling jauh.
Baca Juga: Fenomena Aphelion Bikin Suhu Udara Jadi Dingin, Benarkah?
Kata "aphelion" berasal dari bahasa Yunani: apo (jauh) dan helios (Matahari).
Fenomena ini menjadi lawan dari perihelion, yaitu momen saat Bumi berada paling dekat dengan Matahari, biasanya terjadi setiap awal Januari.
Kapan Aphelion Terjadi?
Tahun 2025, aphelion jatuh pada 4 Juli pukul 02.54 WIB, di mana jarak antara Bumi dan Matahari mencapai 152,08 juta kilometer.
Bandingkan dengan perihelion yang terjadi pada 4 Januari lalu, di mana jaraknya hanya sekitar 147,1 juta kilometer.
Meski selisihnya sekitar 5 juta kilometer, efeknya tidak terlalu terasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagi para astronom, perbedaan ini sangat penting untuk memahami dinamika orbit dan musim di Bumi.
Dampaknya Terhadap Musim dan Cuaca
Banyak yang bertanya-tanya, apakah saat aphelion suhu Bumi menjadi lebih dingin? Jawabannya tidak secara langsung.
Musim tidak ditentukan oleh jarak ke Matahari, melainkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat.
Baca Juga: Fenomena Langit Malam Ini: Hujan Meteor Bootid Hiasi Awal Tahun Baru Islam
Menariknya, aphelion justru terjadi saat belahan Bumi utara sedang musim panas, termasuk wilayah seperti Eropa, Amerika Utara, dan bahkan Indonesia yang mengalami musim kemarau.
Karena gerakan Bumi sedikit melambat saat aphelion, musim panas di utara bisa berlangsung lebih lama dibandingkan musim panas di selatan.
Mengapa Aphelion Penting untuk Diketahui?
Fenomena aphelion memang tidak berdampak ekstrem seperti gerhana atau badai Matahari, tapi tetap menjadi indikator penting dalam pengamatan astronomi.
Aphelion membantu ilmuwan memahami bagaimana Matahari memengaruhi iklim, musim, dan distribusi cahaya sepanjang tahun.
Meskipun tidak terlihat langsung oleh mata, posisi ini menggambarkan betapa dinamisnya hubungan antara Bumi dan Matahari dalam sistem tata surya.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Fenomena aphelion tidak berdampak besar bagi Indonesia karena letaknya di wilayah tropis.
Baca Juga: Libur Sekolah Dan Fenomena Wisata: Sebuah Bacaan Sosiologi
Musim di Indonesia lebih dipengaruhi angin muson daripada jarak ke Matahari.
Suhu dan durasi siang-malam tetap relatif stabil. Karena itu, dampaknya tidak terlalu terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah fakta langka tentang aphelion, fenomena astronomi yang terjadi setiap tahun tapi sering luput dari perhatian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





