Misteri Mengapa Alam Semesta Ada: Peran Materi dan Antimateri

AKURAT.CO Pertanyaan tentang mengapa alam semesta bisa ada masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia sains. Para peneliti percaya jawabannya ada pada ketidakseimbangan kecil antara materi dan antimateri sejak awal terciptanya alam semesta.
Materi adalah partikel penyusun atom seperti elektron, proton dan neutron. Sedangkan antimateri adalah lawan dari partikel tersebut dengan muatan listrik yang berlawanan namun sifatnya mirip.
Ketika materi dan antimateri bertemu, keduanya akan saling memusnahkan dan menghasilkan energi berupa sinar gamma. Beruntungnya, antimateri kini sangat jarang ditemukan di alam semesta.
Dikutip dari Live Science, Selasa (9/9/2025), fenomena antimateri pertama kali diprediksi fisikawan Inggris Paul Dirac pada tahun 1930-an. Ia menyatakan seharusnya jumlah materi dan antimateri sama setelah terjadinya Big Bang.
Namun kenyataan menunjukkan alam semesta saat ini hanya dipenuhi oleh materi. Bintang, planet, hingga galaksi terbentuk tanpa adanya bukti nyata keberadaan 'anti-galaksi' atau 'anti-bintang'.
Menurut Tara Shears, fisikawan dari Universitas Liverpool, setelah Big Bang terjadi asimetri kecil antara materi dan antimateri. Perbedaan kecil inilah yang memungkinkan materi lebih dominan hingga membentuk alam semesta sekarang.
Sayangnya, alasan mengapa perbedaan itu terjadi belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Para ilmuwan menyebut hal ini sebagai masalah asimetri materi-antimateri yang masih menjadi teka-teki kosmologi.
Fisikawan Soviet Andrei Sakharov pada tahun 1967 pernah mengajukan teori untuk menjelaskan fenomena tersebut. Ia menyebut bahwa materi dan antimateri tidak sepenuhnya berlawanan, melainkan merespons gaya fundamental dengan cara berbeda.
Fenomena itu dikenal dengan istilah 'pelanggaran C dan CP'. Walau prinsip dasarnya dipahami, detail mekanismenya masih menjadi tantangan besar dalam penelitian fisika modern.
Saat ini ilmuwan terus meneliti melalui eksperimen partikel, observasi astronomi dan gelombang gravitasi. Mereka percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta hanyalah sisa kecil dari peristiwa besar yang terjadi pada awal mula terciptanya kosmos.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








