Jadwal Bulan Purnama Tahun 2025, Ada 3 Supermoon dan 2 Gerhana Bulan

AKURAT.CO Fenomena langit yang selalu dinantikan, bulan purnama, akan kembali hadir sepanjang tahun 2025. Total ada 12 bulan purnama yang bisa disaksikan, termasuk tiga supermoon dan dua gerhana bulan total.
Bulan purnama terdekat akan terjadi pada Senin (6/10/2025), yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen. Puncaknya berlangsung pukul 23.47 EDT (sekitar 10.47 WIB), namun Bulan akan tampak penuh dan terang beberapa hari sebelum maupun sesudahnya.
Julukan Harvest Moon diberikan pada bulan purnama yang terbit paling dekat dengan ekuinoks musim gugur. Fenomena ini sejak dahulu membantu petani memperpanjang waktu panen karena bulan muncul hampir bersamaan dengan matahari terbenam.
Yang menarik, Bulan Panen pada Oktober 2025 juga akan menjadi supermoon. Bahkan, ini akan menjadi yang pertama dari tiga supermoon berturut-turut di tahun tersebut.
Baca Juga: NASA Ajak Publik Bantu Lacak Misi Artemis 2 ke Bulan pada 2026
Supermoon terjadi ketika bulan purnama berada di titik terdekat dengan Bumi. Pada Oktober nanti, jaraknya hanya sekitar 361.457 km, membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya.
Selain Harvest Moon, setiap bulan purnama di 2025 memiliki nama khas yang diambil dari tradisi pertanian. Misalnya Bulan Serigala di Januari, Bulan Stroberi di Juni, hingga Bulan Dingin di Desember.
Dikutip dari Time and Date, Kamis (11/9/2025), berikut daftar lengkap bulan purnama 2025:
- 13 Januari: Bulan Serigala
- 12 Februari: Bulan Salju
- 14 Maret: Bulan Cacing (gerhana bulan total)
- 12 April: Bulan Merah Muda
- 12 Mei: Bulan Bunga
- 11 Juni: Bulan Stroberi
- 10 Juli: Bulan Rusa
- 9 Agustus: Bulan Sturgeon
- 7 September: Bulan Jagung (gerhana bulan total)
- 6 Oktober: Bulan Panen (supermoon)
- 5 November: Bulan Berang-berang (supermoon)
- 4 Desember: Bulan Dingin (supermoon)
Kedua gerhana bulan total yang terjadi pada 2025 diperkirakan akan menjadi peristiwa langit yang menakjubkan. Gerhana pertama berlangsung pada 14 Maret, saat Bulan Cacing berubah kemerahan selama lebih dari satu jam dan dapat diamati jelas dari wilayah Amerika.
Sementara itu, gerhana kedua terjadi pada 8 September. Pada momen ini, Bulan Jagung akan masuk ke dalam bayangan Bumi dan tampak berwarna oranye kemerahan, dengan pemandangan terbaik dari Asia dan Australia.
Selain fase purnama, bulan mengalami delapan fase berbeda dalam siklus 29,5 hari. Tahapan ini dimulai dari bulan baru, sabit, kuartal pertama, gibbous, hingga purnama, lalu kembali meredup menuju bulan baru berikutnya.
Menariknya, tahun 2025 juga akan menghadirkan dua gerhana matahari parsial. Peristiwa langka ini diprediksi terjadi pada 29 Maret dan 21 September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








