AKURAT.CO Banjir rob adalah fenomena naiknya air laut ke daratan yang disebabkan oleh pasang air laut tinggi.
Biasanya, banjir rob terjadi di wilayah pesisir atau daerah yang letaknya dekat dengan pantai.
Baca Juga: Warga Pesisir Utara Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 17 Mei
Berbeda dengan banjir akibat hujan, rob muncul karena faktor alam seperti gravitasi bulan dan matahari yang memengaruhi naik turunnya permukaan laut. Meskipun terlihat alami, dampak banjir rob bisa sangat besar bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Banjir rob umumnya terjadi saat fase bulan purnama atau bulan baru, ketika gaya tarik bulan terhadap bumi sedang kuat-kuatnya. Pada kondisi tersebut, air laut mengalami pasang maksimum sehingga meluap ke daratan.
Di Indonesia, fenomena ini sering muncul antara bulan November hingga Februari, bertepatan dengan musim hujan dan angin barat yang memperparah ketinggian gelombang laut. Namun, di beberapa daerah seperti Semarang, Jakarta Utara, dan Pekalongan, banjir rob bisa terjadi lebih sering karena permukaan tanah yang terus menurun dan sistem drainase yang kurang baik.
Selain mengganggu aktivitas warga, banjir rob juga dapat merusak infrastruktur, menyebabkan genangan berkepanjangan, dan mengganggu kualitas air bersih. Karena itu, masyarakat pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi pasang surut dari BMKG dan menjaga lingkungan agar tidak memperparah dampak banjir rob.
Baca Juga: Warga Pesisir Utara Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 17 Mei
Menghadapi banjir rob memang tidak mudah, tetapi dengan kesadaran bersama dan langkah mitigasi seperti pembangunan tanggul, perbaikan drainase, serta penanaman mangrove, dampaknya bisa dikurangi.
Menjaga laut dan pesisir bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua agar kehidupan di tepi pantai tetap aman dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








