Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Perkuat Kompetensi Pendidikan

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, profesi guru merupakan pilihan mulia karena para pendidik mendedikasikan waktu, pemikiran, dan kemampuan untuk membimbing peserta didik meraih masa depan.
“Profesi guru adalah pilihan mulia. Mereka memuliakan dan membimbing murid agar tumbuh dan berkembang mencapai cita-citanya,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Minggu (2/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan telah dan akan terus dilakukan untuk mendukung kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN. Pemerintah juga memperluas akses pengembangan kompetensi dan peningkatan kualifikasi pendidikan guru.
“Salah satunya peningkatan tunjangan sertifikasi bagi guru ASN dan non-ASN. Tahun lalu kami memberikan insentif bagi guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan, dan tahun depan naik menjadi Rp400 ribu per bulan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah mulai memberikan beasiswa S-1/D-4 bagi guru yang belum memiliki kualifikasi tersebut. Program ini telah berjalan untuk 12.500 guru, dengan alokasi beasiswa Rp3 juta per semester.
“Tahun depan, InsyaAllah beasiswa untuk guru menempuh studi D-4 atau S-1 dialokasikan untuk 150.000 guru,” tambahnya.
Baca Juga: 6 Cara Efektif Agar Anak Tak Kecanduan Makanan Manis
Abdul Mu’ti menegaskan, tantangan dunia pendidikan akan semakin kompleks sehingga peningkatan kompetensi guru menjadi keharusan. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk bergotong royong memperkuat kualitas pendidikan nasional.
“Mudah-mudahan Hari Guru Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menjadikan para guru sebagai pendidik hebat, pelopor, dan ujung tombak dalam memajukan serta mencerdaskan bangsa,” ujarnya.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, menambahkan bahwa mulai 2026 pemerintah akan memperluas program pelatihan bagi guru.
Pelatihan tersebut meliputi bahasa Inggris untuk menyambut penerapan mata pelajaran tersebut di kelas 3 SD pada 2027, pelatihan bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus, serta peningkatan kompetensi bidang studi, literasi kebhinekaan, dan pembelajaran mendalam.
“Pemerintah juga berkomitmen mengurangi beban administratif agar guru lebih fokus mengembangkan diri melalui kebijakan ‘Hari Belajar Guru’,” ujar Nunuk.
Pelatihan bagi guru pendamping ABK juga dilakukan untuk menjawab kekurangan tenaga pendamping baik di sekolah inklusi maupun sekolah luar biasa (SLB).
Nunuk menambahkan, selama Bulan Guru dan Hari Guru Nasional 2025, Kemendikdasmen akan memberikan Anugerah GTK dan Apresiasi GTK sebagai bentuk penghargaan kepada guru, tenaga kependidikan, dan tokoh yang berkontribusi besar bagi dunia pendidikan.
“Mudah-mudahan dengan kebijakan ini kami dapat memenuhi visi besar dan amanah Presiden untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









