Gibran: Pesantren Wajib Kuasai AI hingga Blockchain, Santri Harus Jadi Pelopor Inovasi

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mendorong pondok pesantren melahirkan santri yang tidak hanya kuat secara akhlak dan keilmuan agama, tetapi juga unggul dalam penguasaan teknologi modern seperti pertanian modern, peternakan modern, robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan (AI).
Menurut Gibran, santri masa kini harus mampu menjadi pencipta peluang, pelopor inovasi, serta bagian dari perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang melekat dalam tradisi pesantren.
“Saat bicara tentang pesantren, sebenarnya kita sedang berbicara tentang kekuatan besar yang berakar di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial ekonomi masa depan,” ujar Gibran melalui akun Instagram pribadinya @gibran_rakabuming, Sabtu (21/2/2026).
Ia menyebut saat ini terdapat lebih dari 42 ribu pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di seluruh Indonesia. Menurutnya, potensi besar tersebut harus diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional.
Gibran menegaskan pesantren merupakan warisan peradaban tempat ilmu dan akhlak menyatu. Dari pesantren telah lahir tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama besar, pemimpin umat, hingga wirausahawan penggerak ekonomi masyarakat.
“Dari pesantren, santri bisa mendapat bekal ilmu agama sekaligus ilmu praktis kemandirian ekonomi seperti di sektor pertanian, peternakan, konveksi, hingga berbagai industri halal,” ujarnya.
Produk Pesantren Tembus Pasar Eropa
Sebagai contoh, Gibran menyoroti unit usaha C2 Printing dari Ponpes Edy Mancoro di Semarang yang menghasilkan produk digital printing berkualitas dan digunakan oleh perusahaan di Belanda.
Baca Juga: Yusril: Tak Ada Aparat Kebal Hukum, Bripda MS Harus Diproses Pidana!
“Ini bukti bahwa pesantren memiliki kemampuan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar internasional,” katanya.
Meski demikian, Gibran mengakui masih banyak aspek yang perlu dibenahi, mulai dari tata kelola pesantren, akses terhadap teknologi dan pelatihan, hingga akses permodalan guna mendukung kemandirian ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi berbagai program bantuan pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), dukungan bagi Murid Berkebutuhan Khusus (MBK), serta Jaminan Kecelakaan Kerja untuk Siswa (JKK).
Sebagai bentuk komitmen, Gibran menyampaikan pemerintah telah mendukung pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan pesantren kini menjadi prioritas strategis dalam pembangunan nasional.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pesantren dan menjadikannya bagian dari agenda pembangunan nasional,” tutur Gibran.
Ia menegaskan, Direktorat Jenderal Pesantren dibentuk untuk meningkatkan tata kelola layanan pendidikan, menginventarisasi permasalahan, serta mendorong transformasi pesantren menjadi pusat inovasi dan penggerak ekonomi lokal.
“Santri masa kini tidak hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









