Akurat
Pemprov Sumsel

Mengungkap Modus Penipuan Kiriman Paket dari Luar Negeri yang Marak Terjadi

Redaksi Akurat | 12 Maret 2026, 09:58 WIB
Mengungkap Modus Penipuan Kiriman Paket dari Luar Negeri yang Marak Terjadi
Ilustrasi Kiriman Paket

AKURAT.CO Di tengah kemudahan komunikasi digital, tawaran hadiah dari luar negeri sering kali terdengar menarik.

Tidak sedikit orang yang tiba-tiba menerima pesan yang menyatakan bahwa dirinya memenangkan undian internasional, mendapat kiriman hadiah mewah, atau memperoleh paket berisi uang dalam jumlah besar dari seseorang yang baru dikenal di internet.

Namun di balik kabar yang terdengar menggembirakan itu, sering tersembunyi modus penipuan yang telah memakan banyak korban.

Penipuan berkedok hadiah dari luar negeri biasanya memanfaatkan rasa penasaran dan keinginan korban untuk mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma.

Dalam banyak kasus, korban baru menyadari telah tertipu setelah diminta mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan. Padahal, hadiah yang dijanjikan sebenarnya tidak pernah ada.

Baca Juga: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Promo Besar-besaran

Awal Mula Penipuan Biasanya Berasal dari Media Sosial

Modus ini sering dimulai dari interaksi sederhana di media sosial atau aplikasi percakapan.

Pelaku biasanya menggunakan akun dengan identitas yang tampak meyakinkan, misalnya mengaku sebagai warga negara asing, pebisnis sukses, atau seseorang yang bekerja di perusahaan internasional.

Percakapan awal biasanya berlangsung santai.

Pelaku berusaha membangun kedekatan dengan korban dalam beberapa hari atau minggu. Setelah hubungan terasa cukup akrab, mereka mulai memperkenalkan cerita tentang hadiah atau paket yang akan dikirim.

Dalam beberapa skenario, pelaku mengaku ingin mengirim hadiah sebagai tanda persahabatan.

Ada juga yang menyebut hadiah tersebut berisi barang berharga seperti perhiasan, uang tunai, gadget mahal, atau barang mewah lainnya.

Korban Mendapat Informasi Paket dari Luar Negeri

Setelah cerita tentang hadiah disampaikan, pelaku kemudian mengirimkan bukti pengiriman yang tampak seperti resi paket internasional.

Dokumen tersebut biasanya dibuat menyerupai dokumen resmi perusahaan ekspedisi.

Korban kemudian diberitahu bahwa paket tersebut sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Dalam beberapa hari, pelaku kembali menghubungi korban dengan kabar bahwa paket sudah tiba, tetapi tertahan di bandara atau kantor bea cukai.

Di tahap ini, korban mulai diarahkan untuk menghubungi seseorang yang mengaku sebagai petugas pengiriman atau petugas bea cukai.

Baca Juga: Apa Itu Rekening Mule dalam Kasus Penipuan? Ini Pengertian, Modus, dan Cara Menghindarinya

Muncul Permintaan Biaya Pajak atau Administrasi

Orang yang mengaku sebagai petugas tersebut biasanya menjelaskan bahwa paket tidak bisa dikirim langsung ke alamat penerima karena mengandung barang bernilai tinggi. Oleh karena itu, penerima diwajibkan membayar sejumlah biaya terlebih dahulu.

Alasan yang digunakan bermacam-macam, mulai dari biaya pajak impor, biaya clearance, biaya keamanan, hingga biaya administrasi pengiriman internasional.

Nominal yang diminta sering kali cukup besar, bahkan bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Korban biasanya diminta mentransfer uang ke rekening tertentu dengan alasan agar paket segera diproses dan dikirimkan.

Sebagian pelaku bahkan memberikan tenggat waktu singkat agar korban merasa terdesak dan segera melakukan pembayaran.

Permintaan Uang Bisa Terjadi Berkali-kali

Jika korban sudah mentransfer uang pertama, pelaku biasanya tidak langsung menghilang. Sebaliknya, mereka akan kembali menghubungi korban dengan alasan baru.

Misalnya, paket disebut masih tertahan karena membutuhkan biaya tambahan, biaya asuransi, atau biaya dokumen internasional. Dengan cara ini, korban bisa diminta mentransfer uang lebih dari satu kali.

Korban sering kali terus mengikuti permintaan tersebut karena sudah terlanjur berharap paket yang dijanjikan benar-benar ada.

Namun setelah sejumlah uang berhasil dikirim, pelaku biasanya akan memutus komunikasi. Nomor telepon tidak bisa dihubungi, akun media sosial menghilang, dan paket yang dijanjikan tidak pernah datang.

Ciri-ciri Penipuan Hadiah dari Luar Negeri

Agar tidak menjadi korban, ada beberapa tanda yang biasanya muncul dalam penipuan jenis ini.

Pertama, korban menerima kabar memenangkan hadiah atau mendapatkan paket dari luar negeri tanpa pernah mengikuti undian apa pun.

Kedua, pelaku menawarkan hadiah yang nilainya tidak masuk akal, seperti uang tunai dalam jumlah besar, mobil mewah, atau barang mahal lainnya.

Ketiga, korban diminta membayar sejumlah uang agar paket bisa dikirimkan. Permintaan pembayaran ini biasanya dilakukan melalui transfer ke rekening pribadi.

Keempat, dokumen pengiriman yang diberikan sulit diverifikasi atau tidak dapat dilacak melalui sistem resmi perusahaan ekspedisi.

Tanda lainnya adalah adanya tekanan waktu agar korban segera membayar. Pelaku biasanya mengatakan bahwa paket akan dikembalikan atau disita jika pembayaran tidak segera dilakukan.

Mengapa Banyak Orang Masih Tertipu

Penipuan hadiah dari luar negeri terus terjadi karena pelaku memanfaatkan psikologi korban.

Janji hadiah besar sering membuat seseorang tergoda untuk mempercayai cerita yang disampaikan.

Selain itu, pelaku biasanya menggunakan identitas yang terlihat meyakinkan dan dokumen yang dibuat menyerupai dokumen resmi. Hal ini membuat korban merasa bahwa proses pengiriman benar-benar terjadi.

Ketika korban mulai ragu, pelaku akan mencoba meyakinkan dengan berbagai alasan logis.

Komunikasi yang intens juga membuat korban merasa telah mengenal pelaku dengan baik.

Cara Menghindari Penipuan Hadiah dari Luar Negeri

Langkah paling penting untuk menghindari penipuan ini adalah tidak mudah percaya terhadap hadiah yang datang secara tiba-tiba. Jika seseorang mengaku akan mengirim hadiah dari luar negeri, pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pengirim dan perusahaan pengiriman yang digunakan.

Perlu diingat bahwa paket internasional tidak akan meminta pembayaran melalui transfer pribadi kepada individu.

Jika ada biaya yang harus dibayar, biasanya dilakukan melalui prosedur resmi dan dapat diverifikasi secara jelas.

Selain itu, jangan pernah memberikan data pribadi atau informasi rekening kepada orang yang baru dikenal di internet.

Jika menerima pesan mencurigakan terkait hadiah atau paket dari luar negeri, sebaiknya abaikan dan hentikan komunikasi.

Apabila seseorang sudah terlanjur menjadi korban, langkah penting yang dapat dilakukan adalah segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak bank dan pihak berwenang agar rekening yang digunakan pelaku dapat ditelusuri.

Pentingnya Kewaspadaan di Era Digital

Kasus penipuan hadiah dari luar negeri menunjukkan bahwa kejahatan digital terus berkembang mengikuti cara manusia berkomunikasi.

Pelaku memanfaatkan media sosial, pesan pribadi, hingga dokumen palsu untuk membuat cerita yang tampak meyakinkan.

Karena itu, kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting.

Setiap tawaran hadiah yang datang secara tiba-tiba sebaiknya dipertanyakan terlebih dahulu sebelum dipercaya.

Dengan memahami bagaimana modus ini bekerja, masyarakat diharapkan dapat lebih berhati-hati sehingga tidak mudah terjebak dalam penipuan yang merugikan.

Mutiara MY (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R