Cara Belut Berkembang Biak: Fakta Unik dari Betina Berubah Jadi Jantan

AKURAT.CO Belut dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan yang masih banyak diminati. Namun, hingga kini sebagian besar kebutuhan pasar masih dipenuhi dari hasil tangkapan alam.
Oleh karena itu, memahami cara belut berkembang biak sangat penting, terutama untuk mendukung budidaya yang lebih optimal.
Habitat dan Kebiasaan Hidup Belut
Sebelum membahas cara belut berkembang biak, kamu perlu tahu dulu habitat aslinya. Belut biasanya hidup di lumpur yang gembur seperti di sawah atau rawa yang tergenang banjir. Belut juga bisa hidup di lingkungan dengan banyak organisme kecil seperti cacing.
Baca Juga: Bagaimana Cara Meningkatkan Traffic Website UMKM?
Menariknya, belut mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, hewan ini bisa hidup di tanah lembab tanpa air dalam kurun waktu tertentu.
Cara Belut Berkembang Biak
Secara umum, cara belut berkembang biak adalah dengan bertelur atau dikenal sebutan ovipar. Namun, ada hal unik yang membuatnya berbeda dari hewan lain.
Dikutip dari berbagai sumber, belut adalah hewan berkelamin ganda pada waktu yang berbeda. Artinya, saat masih muda belut berjenis kelamin betina, dan seiring bertambah usia belut akan berubah menjadi jantan.
Fenomena seperti ini dikenal sebagai hermafrodit protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina ke jantan dalam siklus hidupnya.
Proses Pergantian Kelamin pada Belut
Dalam proses cara belut berkembang biak, belut akan mengalami fase peralihan kelamin. Pada fase ini, fungsi ovarium (organ betina) mulai menurun dan testis (organ jantan) belum berfungsi sempurna.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjual Produk UMKM di Marketplace?
Akibatnya, belut pada fase ini tidak dapat berkembang biak atau dipijahkan. Hal ini penting diketahui, terutama dalam budidaya, agar tidak salah memilih indukan.
Perbedaan Belut Betina dan Jantan
Untuk memahami cara belut berkembang biak, kamu juga perlu mengetahui perbedaan fisik antara belut betina dan jantan:
Belut Betina
Panjang tubuh sekitar 10 hingga 29 cm
Umur kurang dari 9 bulan
Warna punggung hijau muda
Perut berwarna putih kekuningan
Kulit tampak lebih cerah
Belut Jantan
Panjang tubuh lebih dari 30 cm
Umur lebih dari 9 bulan
Warna kulit lebih gelap
Perbedaan ini penting agar kamu bisa menentukan indukan yang tepat dalam proses pembiakan.
Dengan memahami proses ini, kamu bisa lebih mudah mengenali karakter belut sekaligus meningkatkan peluang sukses dalam budidaya.
Baca Juga: Cara Bayar PBB di BRImo Makin Mudah, Nikmati Cashback hingga 13 Persen
FAQ
1. Bagaimana cara belut berkembang biak?
Belut berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) dan memiliki kemampuan perubahan kelamin dari betina ke jantan.
2. Apakah belut bisa berubah kelamin?
Ya, belut mengalami perubahan kelamin dari betina saat muda menjadi jantan saat dewasa.
3. Kenapa belut tidak bisa dipijahkan pada fase tertentu?
Karena pada fase peralihan kelamin, organ reproduksi belum berfungsi sempurna sehingga tidak dapat berkembang biak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








