Mengapa Suara Tertentu Bisa Membuat Tubuh Merinding? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Fenomena merinding saat mendengar suara tertentu kerap dialami banyak orang.
Respons ini bukan sekadar reaksi biasa, melainkan berkaitan dengan sistem saraf, emosi, hingga mekanisme pertahanan tubuh.
Apa Itu Merinding?
Secara ilmiah, merinding disebut piloerection atau refleks horipilasi.
Kondisi ini terjadi ketika otot kecil di bawah kulit berkontraksi, membuat rambut halus berdiri dan menimbulkan bintik-bintik di permukaan kulit.
Respons ini umumnya muncul saat tubuh merasa dingin, takut, atau terkejut.
Tidak semua suara memicu reaksi tersebut. Namun, ada dua jenis rangsangan utama yang dapat menyebabkan tubuh merinding:
1. Rangsangan Emosional
Suara seperti musik menyentuh atau vokal yang kuat dapat memicu pelepasan dopamin, hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan keterlibatan emosional.
Lonjakan hormon ini dapat menimbulkan sensasi merinding, detak jantung meningkat, hingga rasa hangat pada tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai frisson.
2. Sinyal Ancaman
Suara keras, mendadak, atau tidak nyaman—seperti jeritan atau gesekan logam—dapat dianggap sebagai ancaman oleh otak.
Bagian otak bernama amigdala kemudian mengaktifkan respons fight or flight.
Baca Juga: Dinamika Geopolitik Global: AS, NATO, dan Ancaman Rusia dalam Perspektif Keamanan Dunia
Dampaknya, adrenalin meningkat, otot menegang, detak jantung naik, dan kulit merinding sebagai reaksi otomatis.
Mengapa Tidak Semua Orang Mengalami
Respons terhadap suara berbeda pada tiap individu. Faktor yang memengaruhi antara lain kepribadian, pengalaman emosional, suasana hati, hingga sensitivitas terhadap rangsangan tertentu.
Karena itu, suara yang memicu merinding pada seseorang belum tentu berdampak sama pada orang lain.
Merinding akibat suara merupakan respons alami tubuh terhadap rangsangan emosional kuat atau sinyal bahaya.
Proses ini melibatkan hormon seperti dopamin dan adrenalin serta mekanisme evolusi yang masih bertahan hingga kini.
Fenomena ini menunjukkan kuatnya pengaruh suara terhadap emosi dan sistem saraf manusia.
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





