Apa Itu Hujan Meteor Lyrid? Fenomena Langit Langka Hiasi Indonesia Malam Ini

AKURAT.CO Fenomena langit hujan meteor Lyrid diprediksi mencapai puncaknya pada malam ini, Rabu (22/4/2026). Peristiwa langka ini dapat kamu saksikan langsung dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk tanpa alat khusus.
Lalu, sebenarnya apa itu hujan meteor dan bagaimana cara melihatnya?
Apa Itu Hujan Meteor?
Dikutip dari Sciencealert, hujan meteor adalah fenomena astronomi ketika banyak meteor tampak melintas di langit dalam waktu singkat, seolah-olah “jatuh” dari satu titik yang sama.
Meteor sendiri merupakan partikel kecil, biasanya berupa debu atau serpihan batuan luar angkasa yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga terlihat seperti cahaya terang di langit malam.
Baca Juga: Jadwal Hujan Meteor Lyrid Malam Ini: Jam Berapa Puncaknya di Indonesia?
Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi jalur sisa debu dari komet atau asteroid yang mengorbit Matahari.
Asal Usul Hujan Meteor
Hujan meteor berasal dari puing-puing yang ditinggalkan oleh komet saat mendekati Matahari. Ketika komet memanas, ia melepaskan material berupa debu, batu kecil, dan es yang kemudian membentuk “awan” di sepanjang orbitnya.
Salah satu penyebab Comet C/1861 G1 Thatcher adalah komet yang menjadi sumber hujan meteor Lyrid. Komet ini memiliki periode orbit sangat panjang, sekitar 415 tahun.
Ketika Bumi melewati jalur tersebut, partikel-partikel kecil itu masuk ke atmosfer dan menciptakan hujan meteor yang bisa kita lihat dari permukaan Bumi.
Mengenal Hujan Meteor Lyrid
Hujan Meteor Lyrid merupakan salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah, bahkan sudah diamati sejak lebih dari 2.500 tahun lalu oleh peradaban kuno di China.
Nama “Lyrid” diambil dari Lyra, yaitu rasi bintang yang menjadi titik asal munculnya meteor di langit.
Fenomena ini biasanya aktif setiap tahun pada 16–25 April, dengan puncaknya terjadi sekitar 22 atau 23 April.
Pada puncaknya, Lyrid dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam, bahkan terkadang lebih, tergantung kondisi langit.
Cara Melihat Hujan Meteor di Indonesia
Di Indonesia, hujan meteor Lyrid mulai bisa diamati sejak sekitar pukul 23.00 WIB hingga menjelang fajar.
Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam, saat langit semakin gelap dan gangguan cahaya berkurang.
Baca Juga: Apa Itu Hujan Meteor Quadrantid? Penjelasan Lengkap, Waktu Terbaik, dan Cara Mengamatinya
Berikut tips agar kamu bisa melihatnya dengan jelas:
Cari lokasi yang gelap, jauh dari lampu kota
Arahkan pandangan ke langit utara (dekat rasi Lyra)
Tidak perlu teleskop atau alat khusus
Biarkan mata beradaptasi dengan gelap selama 15–20 menit
Meteor bisa muncul di mana saja di langit, jadi kamu tidak harus fokus pada satu titik saja.
Fenomena Hujan Meteor Lyrid malam ini menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Dengan kondisi langit cerah, kamu bisa menikmati “pertunjukan alam” yang indah langsung dari halaman rumah atau tempat terbuka.
Baca Juga: Jadwal Puncak Hujan Meteor Geminid: Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
FAQ
1. Apa itu Hujan Meteor Lyrid?
Hujan meteor Lyrid adalah fenomena astronomi tahunan ketika banyak meteor terlihat melintas di langit malam, berasal dari sisa debu komet yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar.
2. Kapan waktu terbaik melihat hujan meteor Lyrid di Indonesia?
Waktu terbaik adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Pada 22 April 2026, meteor mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB dan akan semakin jelas saat langit semakin gelap.
3. Apakah perlu alat khusus untuk melihat hujan meteor?
Tidak perlu. Kamu bisa melihat hujan meteor dengan mata telanjang, asalkan berada di lokasi yang gelap, jauh dari polusi cahaya, dan langit dalam kondisi cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










