Akurat Logo

Profil dan Perjuangan Chanee Kalaweit, Aktivis Lingkungan Penjaga Hutan Kalimantan

Redaksi Akurat | 3 Mei 2026, 07:14 WIB
Profil dan Perjuangan Chanee Kalaweit, Aktivis Lingkungan Penjaga Hutan Kalimantan
Chanee Kalaweit

AKURAT.CO Di tengah hiruk-pikuk isu lingkungan, ada sosok yang begitu berdedikasi menyelamatkan satwa liar di Indonesia.

Chanee Kalaweit, aktivis asal Prancis, telah menetap di Kalimantan lebih dari 20 tahun demi konservasi hutan dan satwa.

Bersama keluarganya, Chanee mendirikan Yayasan Kalaweit yang fokus melindungi owa dan berbagai satwa endemik. 

Dari awal kedatangannya ke Indonesia hingga membangun rumah kayu di hutan, kisah Chanee penuh inspirasi. Bagaimana dia menjaga alam, mendidik anak, sekaligus beradaptasi dengan budaya lokal.

Baca Juga: Lalamove Rilis Sustainability Report 2025, Lampaui Target Kendaraan Ramah Lingkungan Lebih Cepat

Berikut profil dan biodata Chanee Kalaweit di bawah ini!

Biodata Singkat Chanee Kalaweit

Nama Lengkap: Aurelien Francis Brule

Nama Panggilan: Chanee Kalaweit

Tempat, Tanggal Lahir: Prancis, 2 Juli 1979

Usia: 43 Tahun

Pasangan: Nur Pradawati (Prada Kalaweit)

Anak: Andrew Ananda Brule dan Enzo

Agama: Kristen

Profesi: Aktivis Lingkungan

Awal Kedatangan ke Indonesia

Chanee Aurelien Francis Brule, datang ke Indonesia pada 1998 saat berusia 18 tahun. Ia memiliki tujuan jelas yaitu, menyelamatkan primata seperti owa yang terancam punah.

Sejak pertama tiba, Chanee menetap di Kalimantan dan mulai membangun jaringan konservasi. Dia belajar bahasa dan budaya lokal untuk mempermudah komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan.

Baca Juga: Hari Hiu Paus Internasional: Begini Cara Teknologi Satelit dan Drone Lindungi Satwa Laut

Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Pada 17 Maret 2002, Chanee menikah dengan gadis Dayak bernama Nur Pradawati atau Prada Kalaweit. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Andrew Ananda Brule dan Enzo.

Keluarga mereka tinggal di rumah kayu di hutan Pararawen, Kalimantan Tengah, yang dilengkapi listrik tenaga surya, air bersih, dan akses internet meski berada jauh dari kota. Prada juga menanam sayur dan buah untuk kebutuhan sehari-hari.

Yayasan Kalaweit dan Konservasi Satwa

Chanee mendirikan Yayasan Kalaweit untuk melindungi satwa liar dan hutan Kalimantan. Dia bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tak hanya di Kalimantan tetapi juga Sumatera Barat.

Selama lebih dari 20 tahun, ia berhasil mengamankan lebih dari 1.000 hektare hutan. Perjuangannya melibatkan risiko besar, termasuk ancaman dari perusahaan yang mengutamakan keuntungan di atas konservasi.

Perjuangan Melawan Karhutla

Chanee turut merasakan dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dia kerap mengunggah video kampanye untuk menyoroti bahaya karhutla bagi satwa, manusia, dan ekosistem.

Pada 2015, dia bahkan membuat video terbuka untuk Presiden Indonesia, menyuarakan kemarahannya terhadap praktik industri sawit yang merusak hutan dan kesehatan masyarakat.

Filosofi dan Kehidupan Sehari-hari

Meskipun tinggal di hutan, Chanee tetap menjalani kehidupan modern dengan internet, komputer, dan energi ramah lingkungan, serta membagikan kegiatan konservasinya di YouTube dengan 242 ribu subscriber.

Bagi Chanee, keberhasilan konservasi tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan dan keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian hutan.

Amalia Febriyani (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R