Akurat Logo

Jangan Asal Pakai ChatGPT untuk Tugas! Ini Keterampilan yang Tetap Harus Dimiliki Siswa

Nurma Nafisa Faradilla | 8 Juni 2026, 15:00 WIB
Jangan Asal Pakai ChatGPT untuk Tugas! Ini Keterampilan yang Tetap Harus Dimiliki Siswa
Ilustrasi Chatgpt. (Magnific)

AKURAT.CO Penggunaan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT semakin umum di lingkungan pendidikan. Teknologi ini membantu siswa mencari informasi, menyusun ide tulisan, hingga menyelesaikan berbagai tugas sekolah dengan lebih cepat. Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru terkait dampaknya terhadap kemampuan berpikir siswa.

Dikutip dari EdSurge, hasil survei terbaru dari American Youth Panel milik RAND menunjukkan bahwa banyak siswa mulai mempertanyakan dampak penggunaan AI dalam proses belajar. Sebanyak 67 persen siswa bahkan menyatakan bahwa semakin sering AI digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah, semakin besar risiko berkurangnya kemampuan berpikir kritis mereka.

Baca Juga: Mulai Hari Ini! Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi Magang Nasional Tahap 2 Resmi Dibuka

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat, siswa tetap perlu mengembangkan berbagai keterampilan dasar yang tidak bisa digantikan oleh teknologi.

Menurut laporan yang dikutip EdSurge, hanya sekitar satu dari tiga siswa yang mengatakan sekolah mereka memiliki kebijakan penggunaan AI yang berlaku secara menyeluruh. Sebagian besar siswa mengaku aturan penggunaan AI berbeda-beda tergantung guru yang mengajar.

Kondisi ini membuat banyak siswa belum memahami secara jelas kapan AI boleh digunakan dan kapan mereka harus mengandalkan kemampuan sendiri dalam menyelesaikan tugas.

Di sisi lain, penggunaan AI di dunia pendidikan terus meningkat. Data dari Center for Democracy and Technology menunjukkan sekitar 85 persen guru dan siswa telah menggunakan teknologi AI untuk mendukung aktivitas belajar dan mengajar.

Karena itu, para pakar pendidikan menilai sekolah perlu mulai membuka diskusi yang lebih luas mengenai manfaat, risiko, dan batasan penggunaan AI dalam pembelajaran.

ChatGPT mampu memberikan jawaban dalam hitungan detik. Siswa dapat memanfaatkannya untuk memahami konsep pelajaran, mencari referensi, membuat rangkuman, atau memperoleh ide awal untuk mengerjakan tugas.

Namun, penggunaan AI tidak boleh membuat siswa melewati proses belajar yang sebenarnya. Jika siswa hanya menyalin jawaban tanpa memahami materi yang diberikan, mereka berisiko kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

Para pendidik mengingatkan bahwa tujuan utama pendidikan bukan hanya mendapatkan jawaban yang benar, melainkan memahami bagaimana menemukan dan mengevaluasi jawaban tersebut.

Keterampilan yang Tetap Harus Dimiliki Siswa di Era AI

1. Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling sering disoroti dalam diskusi mengenai AI.

Siswa perlu mampu mempertanyakan informasi yang mereka terima, mengecek kebenaran suatu jawaban, serta memahami alasan di balik sebuah kesimpulan.

Meskipun ChatGPT dapat memberikan informasi dengan cepat, siswa tetap harus memverifikasi jawaban tersebut melalui sumber yang terpercaya.

2. Menganalisis Informasi

AI dapat menghasilkan banyak informasi dalam waktu singkat. Namun, tidak semua informasi memiliki kualitas yang sama.

Karena itu, siswa perlu belajar menganalisis data dan informasi yang diperoleh. Mereka harus mampu membedakan fakta, opini, asumsi, hingga informasi yang berpotensi menyesatkan.

3. Memeriksa Sumber Informasi

Salah satu kemampuan penting di era digital adalah memahami asal-usul informasi.

Dikutip dari EdSurge, para pendidik didorong untuk mengajarkan siswa agar selalu bertanya mengenai sumber suatu informasi, perspektif yang digunakan, serta kemungkinan adanya bias dalam jawaban yang diberikan AI.

Kebiasaan ini akan membantu siswa menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Angkat Harga Minyak ke Level Tertinggi

4. Memecahkan Masalah

AI memang dapat membantu menemukan solusi, tetapi siswa tetap harus melatih kemampuan memecahkan masalah secara mandiri.

Kemampuan ini sangat penting karena tidak semua persoalan memiliki jawaban yang tersedia secara instan. Dalam kehidupan nyata, seseorang sering kali harus menganalisis situasi, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan mengambil keputusan terbaik.

5. Kreativitas dan Rasa Ingin Tahu

Kreativitas merupakan salah satu kemampuan manusia yang sulit digantikan oleh teknologi.

Siswa yang kreatif mampu menghasilkan ide baru, menemukan pendekatan berbeda, dan menciptakan solusi yang unik. Selain itu, rasa ingin tahu juga menjadi faktor penting yang mendorong seseorang terus belajar dan berkembang.

AI dapat membantu proses belajar, tetapi rasa ingin tahu tetap harus datang dari dalam diri siswa.

6. Integritas Akademik

Kemudahan yang ditawarkan AI tidak boleh mengabaikan nilai kejujuran dalam pendidikan.

Siswa perlu memahami bahwa menggunakan AI untuk membantu belajar berbeda dengan menyalin seluruh hasil kerja AI dan mengakuinya sebagai karya pribadi. Integritas akademik tetap menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan.

Sekolah Perlu Mengajak Siswa Berdiskusi tentang AI

EdSurge menyoroti pentingnya percakapan terbuka antara guru dan siswa mengenai penggunaan AI di sekolah.

Alih-alih hanya melarang atau membebaskan penggunaan AI tanpa aturan, sekolah dianjurkan untuk mengajak siswa berdiskusi mengenai manfaat dan risikonya. Dengan cara ini, siswa dapat memahami kapan AI menjadi alat bantu yang efektif dan kapan mereka perlu mengandalkan kemampuan berpikir sendiri.

Diskusi semacam ini juga dapat membantu siswa memahami nilai-nilai penting seperti tanggung jawab, integritas, serta pentingnya berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Perkembangan AI tidak dapat dihindari dan kemungkinan akan semakin memengaruhi dunia pendidikan di masa depan. Namun, teknologi seharusnya digunakan untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikannya.

ChatGPT dan berbagai alat AI lainnya dapat membantu siswa belajar lebih efektif, selama digunakan dengan bijak. Pada akhirnya, kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan berkreasi tetap menjadi keterampilan utama yang akan menentukan keberhasilan siswa di masa depan.

Karena itu, menggunakan ChatGPT untuk tugas sekolah bukanlah masalah. Yang terpenting adalah memastikan teknologi tersebut menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan jalan pintas yang membuat siswa berhenti berpikir.

Baca Juga: TWP90 Fintech Lending Naik, 19 Pinjol Catat Kredit Macet di Atas 5 Persen

Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Irlandia Utara: Les Bleus Diunggulkan Menang

FAQ

1. Apakah siswa boleh menggunakan ChatGPT untuk mengerjakan tugas sekolah?

Ya, siswa boleh menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu belajar jika diizinkan oleh sekolah atau guru. Namun, AI sebaiknya digunakan untuk mencari referensi, memahami materi, atau mendapatkan ide, bukan untuk menyalin jawaban secara langsung tanpa memahami isinya.

2. Mengapa penggunaan ChatGPT berlebihan dikhawatirkan?

Penggunaan ChatGPT yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah siswa. Jika terlalu bergantung pada AI, siswa bisa kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir secara mandiri.

3. Keterampilan apa yang tetap penting meskipun ada AI seperti ChatGPT?

Beberapa keterampilan yang tetap penting adalah berpikir kritis, kemampuan menganalisis informasi, kreativitas, pemecahan masalah, kemampuan memverifikasi sumber, serta integritas akademik.

4. Apakah informasi yang diberikan ChatGPT selalu benar?

Tidak selalu. ChatGPT dapat memberikan informasi yang kurang akurat, tidak lengkap, atau sudah tidak relevan dengan perkembangan terbaru. Karena itu, siswa tetap perlu memeriksa kembali informasi dari sumber yang terpercaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.