Akurat Logo

3 Aturan Baru Beasiswa LPDP 2026 Tahap II yang Wajib Diketahui Sebelum Mendaftar

Nurma Nafisa Faradilla | 14 Juli 2026, 13:00 WIB
3 Aturan Baru Beasiswa LPDP 2026 Tahap II yang Wajib Diketahui Sebelum Mendaftar
Aturan baru beasiswa LPDP 2026.

AKURAT.CO LPDP 2026 Tahap II masih membuka pendaftaran hingga 31 Juli 2026. Bagi calon penerima beasiswa, memahami perubahan persyaratan menjadi langkah penting agar proses pendaftaran berjalan lancar dan peluang lolos seleksi semakin besar.

Pada seleksi tahap kedua tahun ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menghadirkan sejumlah penyederhanaan dalam persyaratan administrasi. Mulai dari perubahan dokumen yang harus diisi hingga kelonggaran syarat kemampuan bahasa Inggris, kebijakan baru ini diharapkan memudahkan peserta dalam mengikuti proses seleksi.

LPDP Hadirkan Sejumlah Kelonggaran bagi Pelamar

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 Dibuka Besok, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menjelaskan bahwa seleksi LPDP 2026 Tahap II menghadirkan berbagai inovasi yang membuat proses pendaftaran menjadi lebih sederhana. Selain penyederhanaan persyaratan, pilihan program studi juga terus disesuaikan agar lebih relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

"Banyak sekali inovasi-inovasi yang memberikan kelonggaran. Tidak hanya untuk pendaftaran yang kita permudah, dan juga syarat-syaratnya tentunya tidak memberatkan, begitu juga pilihan-pilihan studinya makin tajam," ujar Dwi Larso dikutip dari laman LPDP, Selasa (14/7/2026).

Perubahan tersebut menjadi kabar baik bagi calon pelamar yang sebelumnya merasa terbebani oleh sejumlah dokumen administrasi.

1. Personal Statement Diganti Menjadi Profil Diri

Perubahan pertama yang paling mencolok adalah dihapuskannya kewajiban membuat personal statement dalam bentuk esai panjang.

Pada seleksi LPDP 2026 Tahap II, dokumen tersebut diganti menjadi profil diri yang lebih ringkas dan terstruktur. Melalui format baru ini, peserta cukup mengisi informasi penting mengenai diri mereka, seperti pengalaman, kelebihan, kelemahan, hingga gambaran singkat mengenai latar belakang pribadi.

Dengan format yang lebih sederhana, proses pengisian diharapkan menjadi lebih mudah dipahami sekaligus memudahkan tim seleksi dalam melakukan penilaian.

2. Esai Kontribusi Tetap Menjadi Syarat Wajib

Meski personal statement dihapus, bukan berarti seluruh esai ditiadakan.

Peserta tetap diwajibkan menyusun esai komitmen atau kontribusi dengan panjang maksimal 1.500 kata. Esai ini berisi rencana studi yang akan ditempuh serta kontribusi nyata yang ingin diberikan kepada Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.

Dokumen tersebut masih menjadi salah satu komponen penting dalam proses seleksi karena digunakan untuk menilai komitmen dan visi calon penerima beasiswa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.