Akurat Logo

Profil Donny Ermawan, Wamenhan yang Kini Ditunjuk Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia

Idham Nur Indrajaya | 23 Juli 2026, 12:19 WIB
Profil Donny Ermawan, Wamenhan yang Kini Ditunjuk Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia
Profil Donny Ermawan, Wamenhan yang kini menjadi Gubernur Universitas Republik Indonesia. Simak riwayat pendidikan, karier, dan prestasinya.

AKURAT.CO Pelantikan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) menarik perhatian publik. Selama ini, Donny lebih dikenal sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) yang mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kini, ia dipercaya memimpin lembaga pendidikan baru yang diproyeksikan menjadi pusat pencetak calon pemimpin bangsa.

Penunjukan tersebut memunculkan rasa ingin tahu masyarakat mengenai sosok Donny Ermawan. Tidak sedikit yang bertanya siapa dirinya, bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya mengemban jabatan strategis tersebut, serta mengapa pemerintah memilih seorang tokoh berlatar belakang militer untuk memimpin universitas yang akan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur negara.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam waktu yang sama, Presiden juga melantik Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI.

Ringkasan

Donny Ermawan Taufanto merupakan Marsekal TNI (Purn) dari TNI Angkatan Udara yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan sekaligus Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

Berikut profil singkatnya:

  • Nama lengkap: Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto

  • Tempat, tanggal lahir: Surakarta, 12 Desember 1965

  • Jabatan saat ini: Wakil Menteri Pertahanan dan Gubernur Universitas Republik Indonesia

  • Latar belakang: Perwira TNI Angkatan Udara

  • Prestasi: Lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 1988 dan peraih Adhi Makayasa

  • Pendidikan terakhir: Magister Studi Pembangunan, Institut Teknologi Bandung (ITB)

Pelantikan Donny menjadi Gubernur URI tidak membuatnya meninggalkan jabatan sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Seusai pelantikan, ia memastikan masih akan menjalankan kedua amanah tersebut karena terdapat keterkaitan antara program pendidikan di URI dengan pembinaan bela negara dan wawasan kebangsaan yang menjadi bagian dari tugas Kementerian Pertahanan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat irisan tugas antara Kementerian Pertahanan dan Universitas Republik Indonesia, khususnya dalam pengembangan wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter bagi calon pemimpin pemerintahan.

Siapa Donny Ermawan?

Donny Ermawan Taufanto bukanlah nama baru di lingkungan pemerintahan maupun TNI. Sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertahanan pada 21 Oktober 2024, ia telah meniti karier panjang selama puluhan tahun di lingkungan TNI Angkatan Udara dengan berbagai penugasan strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Lahir di Surakarta pada 12 Desember 1965, Donny dikenal sebagai salah satu perwira berprestasi sejak awal karier militernya. Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 1988, sehingga berhak memperoleh Adhi Makayasa, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada lulusan terbaik akademi militer di Indonesia.

Prestasi tersebut menjadi fondasi awal perjalanan kariernya. Dalam dunia militer, penghargaan Adhi Makayasa tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik, tetapi juga menunjukkan kualitas kepemimpinan, kedisiplinan, serta integritas yang dinilai selama masa pendidikan. Tak heran, banyak penerimanya kemudian dipercaya menduduki posisi-posisi strategis di lingkungan TNI maupun pemerintahan.

Karier Donny juga memperlihatkan pola yang menarik. Ia tidak hanya berkembang sebagai penerbang dan komandan satuan, tetapi juga mendapatkan berbagai penugasan di bidang perencanaan, intelijen, diplomasi pertahanan, hingga administrasi pemerintahan. Kombinasi pengalaman tersebut membuatnya memiliki perspektif yang lebih luas dibandingkan seorang perwira yang hanya berkarier di jalur operasional.

Dari sisi akademik, Donny juga menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan kapasitas diri. Selain pendidikan militer yang berjenjang, ia menempuh pendidikan tinggi di bidang manajemen dan studi pembangunan. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi kepemimpinan modern tidak hanya bergantung pada pengalaman lapangan, tetapi juga pada kemampuan memahami persoalan ekonomi, organisasi, hingga pembangunan nasional.

Bagaimana Perjalanan Pendidikan Donny Ermawan?

Perjalanan pendidikan Donny Ermawan menunjukkan perpaduan antara pendidikan militer dan pendidikan sipil. Kombinasi ini menjadi salah satu karakter yang membedakan profilnya dibanding banyak pejabat berlatar belakang militer.

Karier pendidikannya dimulai di Akademi Angkatan Udara (AAU), tempat ia lulus sebagai peringkat pertama angkatan 1988. Setelah itu, Donny mengikuti Sekolah Penerbang pada 1989 sebelum melanjutkan pendidikan sebagai instruktur penerbang.

Pendidikan militernya terus berlanjut melalui berbagai jenjang, di antaranya:

  • Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (1997)

  • Command and Staff College di Australia (2003)

  • Sekolah Staf dan Komando TNI (2013)

  • Program pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2017

Menariknya, saat mengikuti Sekolah Staf dan Komando TNI pada 2013, Donny kembali menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik bidang karya tulis. Capaian ini menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya berada pada aspek kepemimpinan lapangan, tetapi juga dalam kemampuan analisis dan penyusunan gagasan strategis.

Di luar pendidikan militer, Donny juga aktif menempuh pendidikan formal. Ia memperoleh gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Gajayana Malang sebelum melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di ITB, Donny meraih gelar Magister Studi Pembangunan dengan tesis berjudul Kesadaran Pertahanan Nasional Masyarakat Pesisir dalam Konteks Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Natuna sebagai Garda Terdepan Republik Indonesia.

Topik tersebut memperlihatkan pendekatan yang cukup berbeda dari kajian pertahanan konvensional. Donny tidak hanya membahas aspek keamanan negara, tetapi juga mengaitkannya dengan pembangunan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Perspektif ini menunjukkan bahwa pertahanan nasional tidak semata bergantung pada kekuatan militer, melainkan juga dipengaruhi oleh kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah strategis, dan ketahanan sosial.

Dalam konteks kepemimpinannya di Universitas Republik Indonesia, latar belakang pendidikan tersebut menjadi modal penting. URI dirancang sebagai lembaga yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, integritas, kemampuan manajerial, serta wawasan kebangsaan. Pengalaman Donny yang memadukan pendidikan militer, manajemen, dan studi pembangunan berpotensi menjadi bekal untuk menghubungkan kebutuhan birokrasi modern dengan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.

Baca Juga: Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia

Baca Juga: Guru Besar Universitas Brawijaya Jelaskan Beda Pelimpahan dan Penyerahan Perkara

Bagaimana Perjalanan Karier Donny Ermawan?

Perjalanan karier Donny Ermawan Taufanto memperlihatkan perkembangan yang bertahap dari seorang penerbang militer hingga menjadi pejabat tinggi negara. Berbeda dengan banyak perwira yang menghabiskan sebagian besar kariernya di satu bidang, Donny memperoleh pengalaman di berbagai lini, mulai dari operasi penerbangan, intelijen, diplomasi pertahanan, hingga birokrasi pemerintahan.

Kariernya dimulai sebagai Perwira Instruktur Penerbang Skadron Pendidikan 102 Lanud Iswahjudi pada 1995. Posisi ini tidak hanya menuntut kemampuan menerbangkan pesawat, tetapi juga membentuk generasi baru penerbang TNI Angkatan Udara melalui pendidikan dan pelatihan.

Kemampuan kepemimpinannya kemudian membawanya menjadi Komandan Skadron Udara 15 Wing 3 Lanud Iswahjudi pada 2003. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi pada 2008–2009 yang bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai operasi penerbangan di pangkalan udara tersebut.

Karier Donny semakin berkembang ketika dipercaya menjadi Atase Pertahanan Republik Indonesia di Brasil. Penugasan di luar negeri ini menjadi salah satu fase penting karena memperluas pengalamannya dalam diplomasi pertahanan dan kerja sama militer internasional.

Sekembalinya ke Indonesia, Donny mengemban sejumlah jabatan strategis, antara lain:

  • Perwira Pembantu Utama I Perencanaan Staf Personel TNI Angkatan Udara

  • Komandan Lanud Iswahjudi

  • Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara II

  • Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI

  • Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara

  • Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau)

Pada periode 2019–2020, Donny dipercaya menjadi Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II (Pangkoopsud II). Jabatan ini merupakan salah satu posisi penting di lingkungan TNI AU karena bertanggung jawab atas kesiapan operasi udara di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kariernya kemudian memasuki ranah pemerintahan ketika Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, menunjuk Donny sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2020. Selama hampir empat tahun menjabat, ia mengoordinasikan administrasi, perencanaan, hingga pelaksanaan berbagai program strategis di lingkungan Kemhan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada 21 Oktober 2024.

Selama berdinas di TNI, Donny juga menerima berbagai tanda kehormatan, di antaranya:

  • Bintang Yudha Dharma Nararya

  • Bintang Yudha Dharma Pratama

  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya

  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama

  • Bintang Dharma

Deretan penghargaan tersebut mencerminkan kontribusinya dalam bidang pertahanan, kepemimpinan organisasi, dan pengabdian kepada negara.

Dari Operasi Militer ke Birokrasi Negara

Jika ditarik benang merahnya, perjalanan karier Donny menunjukkan pola yang konsisten. Ia tidak hanya berkembang sebagai pemimpin di lapangan, tetapi juga sebagai administrator dan perumus kebijakan.

Pengalaman memimpin satuan tempur membentuk kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi strategis. Sementara jabatan di Kemhan memperkaya pemahamannya mengenai tata kelola pemerintahan, penyusunan kebijakan publik, hingga koordinasi lintas kementerian. Kombinasi inilah yang membuat profil Donny berbeda dibandingkan pejabat yang hanya memiliki pengalaman akademik atau birokrasi semata.

Mengapa Donny Ermawan Dipilih Menjadi Gubernur Universitas Republik Indonesia?

Penunjukan Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) tidak dapat dipisahkan dari visi pemerintah dalam membangun lembaga pendidikan yang berorientasi pada pencetakan pemimpin nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa URI dibentuk untuk memperkuat sistem pendidikan yang menyiapkan calon pemimpin pemerintahan, aparatur sipil negara (ASN), hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Artinya, universitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perguruan tinggi biasa, melainkan juga sebagai institusi pengembangan kepemimpinan nasional.

Dalam konteks tersebut, rekam jejak Donny dinilai memiliki keterkaitan yang kuat.

Selama menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan hingga Wakil Menteri Pertahanan, Donny terlibat dalam penyelenggaraan program yang berkaitan dengan pembinaan karakter, bela negara, dan wawasan kebangsaan. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan arah pengembangan URI yang juga menekankan aspek integritas, kepemimpinan, serta nasionalisme.

Donny sendiri memastikan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan meskipun telah dilantik sebagai Gubernur URI.

Ia menjelaskan bahwa terdapat irisan tugas antara kedua jabatan tersebut, khususnya dalam penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan bela negara.

Pemerintah hingga kini masih menyusun berbagai aspek pengembangan URI, mulai dari struktur organisasi, tata kelola, kebutuhan anggaran, hingga pembangunan kampus yang direncanakan berada di kawasan Bogor Utara.

Analisis: Bukan Sekadar Latar Belakang Militer

Pengangkatan Donny juga menunjukkan bahwa pemerintah tampaknya tidak hanya mempertimbangkan latar belakang militernya.

Jika diperhatikan, perjalanan karier Donny mencakup tiga pengalaman yang saling melengkapi, yaitu:

  • kepemimpinan organisasi besar di TNI;

  • pengelolaan birokrasi melalui Kementerian Pertahanan; dan

  • kapasitas akademik yang dibuktikan melalui pendidikan tinggi serta pengalaman memimpin lembaga pendidikan militer.

Kombinasi tersebut menjadi modal penting bagi pemimpin universitas yang ditugaskan membangun institusi baru dari tahap perencanaan hingga operasional. Tantangannya bukan hanya menyusun kurikulum, tetapi juga membangun budaya organisasi, sistem tata kelola, dan jejaring antarlembaga.

Siapa Yos Sunitiyoso, Wakil Gubernur URI?

Mendampingi Donny Ermawan, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Berbeda dengan Donny yang berasal dari dunia militer, Yos memiliki rekam jejak kuat di bidang akademik dan riset.

Yos merupakan Guru Besar Pemodelan Keputusan Bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), salah satu sekolah bisnis di Indonesia yang telah memperoleh akreditasi internasional AACSB.

Riwayat pendidikannya juga menunjukkan pengalaman akademik internasional.

Ia meraih:

  • Sarjana Teknik Industri ITB (2000)

  • Magister Teknik dari Nagaoka University of Technology, Jepang (2004)

  • Doktor dari University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris (2007)

Sebelum bergabung dengan SBM ITB pada 2010, Yos menjalani penelitian pascadoktoral di Transportation Research Group, University of Southampton, Inggris.

Selama berkarier di ITB, ia memperoleh sejumlah penghargaan institusi, antara lain:

  • Penghargaan Bidang Pengajaran (2016)

  • Penghargaan Pengembangan Kelembagaan (2017)

  • Penghargaan Riset dan Inovasi (2024)

Sebelum dilantik menjadi Wakil Gubernur URI, Yos menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kehadirannya melengkapi kepemimpinan URI dari sisi akademik, riset, dan pengembangan inovasi.

Apa Peran Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kepemimpinan nasional.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, URI dipersiapkan untuk mencetak calon pemimpin yang nantinya mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun badan usaha milik negara.

Konsep yang diusung URI berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya. Universitas ini dirancang mengintegrasikan berbagai unsur pendidikan, mulai dari sekolah unggulan, perguruan tinggi, hingga pendidikan aparatur yang selama ini berada di bawah Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Program pendidikannya tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga penguatan:

  • kemampuan manajerial;

  • integritas;

  • patriotisme;

  • kepemimpinan; dan

  • wawasan kebangsaan.

Dengan konsep tersebut, URI diharapkan menjadi wadah pembinaan SDM yang mampu menjawab tantangan birokrasi modern sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional.

Tantangan Donny Dimulai Setelah Pelantikan

Pelantikan Donny Ermawan sebagai Gubernur URI bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan yang jauh lebih kompleks.

Berbeda dengan memimpin organisasi yang telah memiliki struktur mapan, URI merupakan institusi baru yang masih berada pada tahap penyusunan tata kelola. Artinya, kepemimpinan Donny akan diuji bukan hanya dari kemampuannya menjalankan organisasi, tetapi juga membangun fondasi universitas sejak awal.

Di sinilah pengalaman lintas sektor yang dimilikinya menjadi relevan. Donny pernah memimpin satuan operasi, mengelola birokrasi kementerian, hingga memahami dunia pendidikan melalui berbagai lembaga pelatihan militer. Pengalaman tersebut berpotensi membantu proses pembentukan sistem organisasi yang efektif.

Di sisi lain, kehadiran Profesor Yos Sunitiyoso menghadirkan keseimbangan antara pengalaman birokrasi dan kekuatan akademik. Kombinasi keduanya menunjukkan bahwa pemerintah tampaknya ingin membangun URI dengan pendekatan multidisiplin, bukan semata-mata berlandaskan latar belakang militer ataupun akademik.

Keberhasilan URI nantinya tidak hanya ditentukan oleh kualitas kurikulum, tetapi juga kemampuan membangun budaya organisasi yang mampu melahirkan pemimpin berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan memahami kompleksitas tata kelola pemerintahan modern.

Penutup

Profil Donny Ermawan memperlihatkan perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Udara yang berkembang menjadi pejabat pemerintahan dengan pengalaman di bidang operasi militer, diplomasi pertahanan, birokrasi, hingga pengembangan organisasi.

Kepercayaan Presiden Prabowo Subianto untuk menunjuknya sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia mencerminkan pentingnya pengalaman kepemimpinan lintas sektor dalam membangun institusi pendidikan strategis yang diproyeksikan mencetak calon pemimpin bangsa.

Ke depan, perhatian publik tidak hanya tertuju pada perjalanan karier Donny, tetapi juga pada bagaimana ia bersama Profesor Yos Sunitiyoso mampu mewujudkan URI sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan aparatur negara dan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Pantau terus perkembangan mengenai Universitas Republik Indonesia dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia untuk mengetahui arah pembangunan institusi strategis ini.

Baca Juga: Kemenkes Gandeng Universitas Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis mRNA, Dana Riset Capai Rp16 Miliar

Baca Juga: 5 Universitas Indonesia Masuk 100 Besar Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia 2026

FAQ

Apa jabatan Donny Ermawan saat ini?

Donny Ermawan saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan sekaligus Gubernur Universitas Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026.

Siapa Donny Ermawan?

Donny Ermawan Taufanto adalah Marsekal TNI (Purn) Angkatan Udara yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertahanan, mulai dari penerbang militer, Pangkoopsud II, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, hingga Wakil Menteri Pertahanan.

Mengapa Donny Ermawan dipilih menjadi Gubernur URI?

Pemerintah menilai pengalaman Donny dalam memimpin organisasi militer, mengelola birokrasi pemerintahan, dan menjalankan program bela negara relevan dengan misi Universitas Republik Indonesia yang bertujuan menyiapkan calon pemimpin nasional.

Apakah Donny Ermawan masih menjabat sebagai Wamenhan?

Ya. Donny menegaskan bahwa dirinya tetap menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan karena terdapat keterkaitan antara tugas Kemhan dan pengembangan Universitas Republik Indonesia, khususnya dalam pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan.

Apa latar belakang pendidikan Donny Ermawan?

Donny merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara angkatan 1988 dan peraih Adhi Makayasa. Ia juga meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Gajayana Malang serta Magister Studi Pembangunan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Siapa Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia?

Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia adalah Profesor Yos Sunitiyoso, Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB yang memiliki latar belakang akademik di bidang teknik, pemodelan keputusan bisnis, serta pengalaman di bidang riset dan pengembangan pendidikan tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.