Akurat Logo

Profil Yos Sunitiyoso, Guru Besar ITB yang Ditunjuk Jadi Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Idham Nur Indrajaya | 23 Juli 2026, 11:56 WIB
Profil Yos Sunitiyoso, Guru Besar ITB yang Ditunjuk Jadi Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia
Profil Yos Sunitiyoso, Guru Besar ITB yang ditunjuk Presiden Prabowo menjadi Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. dok. SBM ITB

AKURAT.CO Pelantikan jajaran pimpinan Universitas Republik Indonesia (URI) oleh Presiden Prabowo Subianto tak hanya menandai lahirnya sebuah lembaga pendidikan baru, tetapi juga menghadirkan perhatian terhadap sosok-sosok yang dipercaya memimpinnya. Selain Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur, publik turut menyoroti profil Yos Sunitiyoso yang ditunjuk sebagai Wakil Gubernur URI.

Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Yos Sunitiyoso dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan tinggi, riset, hingga pemerintahan. Sebelum menerima amanah baru tersebut, ia menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pengalamannya tidak hanya dibangun di ruang kuliah, tetapi juga melalui penelitian internasional, kepemimpinan akademik, serta keterlibatan dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan inovasi. Kombinasi pengalaman inilah yang membuat namanya dinilai memiliki kapasitas untuk membantu membangun Universitas Republik Indonesia sebagai institusi yang berfokus mencetak calon pemimpin bangsa.

Ringkasan

Yos Sunitiyoso adalah Guru Besar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) pada 22 Juli 2026.

Berikut profil singkatnya:

  • Nama: Prof. Yos Sunitiyoso, S.T., M.Eng., Ph.D.

  • Jabatan terbaru: Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

  • Jabatan sebelumnya: Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek

  • Profesi: Akademisi dan Guru Besar SBM ITB

  • Bidang keahlian: Pemodelan keputusan bisnis (business decision modeling), sistem, transportasi, energi, serta perencanaan skenario

  • Almamater: Institut Teknologi Bandung, Nagaoka University of Technology Jepang, dan University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris

Pelantikannya dilakukan di Istana Negara, Jakarta, bersamaan dengan Donny Ermawan Taufanto yang dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80/P Tahun 2026.

Siapa Yos Sunitiyoso?

Bagi kalangan akademisi, nama Yos Sunitiyoso bukanlah sosok baru. Ia dikenal sebagai dosen, peneliti, sekaligus Guru Besar di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) yang memiliki fokus keilmuan pada pemodelan keputusan bisnis, pengambilan keputusan strategis, dinamika sistem, transportasi, hingga pengembangan energi.

Keahlian tersebut menempatkannya sebagai salah satu akademisi yang banyak berkecimpung dalam riset multidisiplin. Tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, Yos juga aktif menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pemerintah dan industri melalui berbagai program riset, hilirisasi teknologi, serta kemitraan.

Kepercayaan pemerintah terhadap dirinya terlihat dari penunjukannya sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Posisi tersebut menuntut kemampuan menyusun strategi agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Dalam prosesi pelantikan di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Yos sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Lembaga baru ini dirancang pemerintah sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang akan mengintegrasikan berbagai institusi pendidikan strategis, termasuk pendidikan aparatur sipil negara (ASN), Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Penunjukan Yos menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan pengalaman birokrasi dalam membangun URI, tetapi juga ingin menghadirkan perspektif akademik yang kuat. Dengan latar belakang sebagai peneliti dan pendidik, ia diharapkan mampu membantu merancang sistem pembelajaran yang berbasis riset, inovasi, serta pengambilan keputusan yang terukur.

Dari sudut pandang pengembangan organisasi, kombinasi tersebut menjadi nilai tambah. Membangun institusi pendidikan baru bukan sekadar menyusun kurikulum, tetapi juga merancang tata kelola, budaya organisasi, serta ekosistem yang mampu melahirkan pemimpin dengan kemampuan berpikir strategis. Pengalaman Yos di dunia pendidikan tinggi maupun pemerintahan dinilai relevan untuk menjawab tantangan tersebut.

Riwayat Pendidikan Yos Sunitiyoso

Perjalanan akademik Yos Sunitiyoso menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kompetensi di bidang teknik, sistem, dan pengambilan keputusan. Pendidikan yang ditempuhnya juga berlangsung di beberapa institusi bergengsi, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Sebelum memasuki perguruan tinggi, Yos merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan keempat. Sekolah tersebut dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menekankan pembentukan karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan.

Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, ia melanjutkan pendidikan Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2000. Disiplin ilmu Teknik Industri membekalinya dengan kemampuan menganalisis sistem, meningkatkan efisiensi organisasi, hingga menyelesaikan persoalan kompleks melalui pendekatan ilmiah.

Keinginannya memperdalam ilmu kemudian membawanya ke Jepang. Ia menempuh pendidikan Magister Teknik (Master of Engineering) di Nagaoka University of Technology dan lulus pada 2004. Kampus tersebut dikenal memiliki orientasi kuat pada riset terapan dan kolaborasi dengan industri, sehingga memberikan pengalaman internasional dalam pengembangan teknologi dan inovasi.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke Inggris. Pada 2007, Yos berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D.) dari University of the West of England (UWE) Bristol. Pendidikan doktoralnya semakin memperkuat kompetensi di bidang pemodelan sistem, pengambilan keputusan, dan analisis kebijakan yang kemudian menjadi fondasi dalam berbagai penelitian maupun aktivitas profesionalnya.

Latar belakang pendidikan dari tiga negara berbeda memberikan perspektif yang luas terhadap pengembangan organisasi dan kebijakan publik. Hal ini menjadi salah satu kekuatan yang membedakan Yos dibanding banyak akademisi lain yang berkarier di bidang serupa.

Tak berhenti di jenjang doktor, Yos juga aktif mengikuti berbagai program pengembangan akademik. Salah satunya adalah Fulbright-Ristekdikti Visiting Scholar Program di University of Washington, Amerika Serikat, pada 2018. Melalui program tersebut, ia mengembangkan penelitian mengenai model dinamika sistem untuk mengevaluasi strategi renovasi bangunan hemat energi dengan studi kasus di Indonesia dan Amerika Serikat.

Selain aktif dalam pendidikan dan penelitian, Yos juga dikenal produktif menghasilkan karya ilmiah. Berdasarkan profil Google Scholar, fokus risetnya mencakup transportasi, energi, pengambilan keputusan sistemik, simulasi, hingga perencanaan skenario. Ia juga telah menerbitkan lebih dari 50 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensinya dalam berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Rekam jejak akademik tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Yos tidak hanya dikenal sebagai dosen atau peneliti, tetapi juga sebagai akademisi yang mampu menghubungkan teori dengan kebutuhan nyata di dunia pemerintahan, industri, dan pembangunan sumber daya manusia. Pada bagian berikutnya, rekam jejak kariernya menunjukkan bagaimana pengalaman tersebut berkembang menjadi kepemimpinan di tingkat nasional.

Baca Juga: Indosaku Gencarkan Literasi Keuangan Digital di Berbagai Kampus

Baca Juga: Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia

Rekam Jejak Karier Yos Sunitiyoso

Selepas menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Inggris pada 2007, Yos Sunitiyoso tidak langsung kembali ke Indonesia. Ia lebih dulu memperkuat pengalaman riset internasional dengan menjadi peneliti pascadoktoral (postdoctoral researcher) di Transportation Research Group (TRG), University of Southampton, Inggris pada periode Februari 2008 hingga Desember 2009.

Di lingkungan penelitian tersebut, Yos mendalami berbagai isu strategis yang berkaitan dengan transportasi, sistem, dan pengambilan keputusan. Pengalaman ini memperluas perspektifnya dalam melihat bagaimana hasil riset dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan publik.

Pada 2010, Yos kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Di kampus tersebut, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis.

Salah satu posisi yang cukup lama diembannya adalah Kepala Program MBA ITB Jakarta. Jabatan ini dipegang pada periode 2010–2020, kemudian kembali dipercayakan kepadanya pada 2022–2025. Dalam posisi tersebut, Yos berperan mengembangkan kurikulum, memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, hingga meningkatkan kualitas lulusan program magister bisnis.

Karier kepemimpinannya di ITB terus berkembang. Pada 2024–2025, ia dipercaya sebagai Direktur Kampus ITB Jakarta, yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan akademik maupun pengembangan kampus.

Di luar lingkungan kampus, Yos juga aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Riset, Pelatihan, dan Pengembangan Intelligent Transport Systems (ITS) Indonesia pada 2021–2023. Setelah itu, sejak 2024 hingga sekarang, ia mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Riset dan Hubungan Akademis ITS Indonesia.

Keterlibatannya dalam organisasi tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri, khususnya pada bidang transportasi cerdas yang kini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional.

Kariernya kemudian memasuki ranah pemerintahan ketika dipercaya sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Jabatan tersebut memiliki peran penting dalam memastikan hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, melainkan dapat diterapkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat ekonomi maupun sosial.

Dengan pengalaman lintas akademik, riset internasional, organisasi profesi, hingga birokrasi, Yos memiliki rekam jejak yang relatif lengkap dibanding banyak akademisi pada umumnya. Ia tidak hanya memahami bagaimana penelitian dilakukan, tetapi juga bagaimana hasil riset diterjemahkan menjadi kebijakan dan program nyata.

Ringkasan perjalanan karier Yos Sunitiyoso

  • Peneliti Pascadoktoral Transportation Research Group, University of Southampton (2008–2009)

  • Dosen dan akademisi SBM ITB (sejak 2010)

  • Kepala Program MBA ITB Jakarta (2010–2020 dan 2022–2025)

  • Fulbright-Ristekdikti Visiting Scholar, University of Washington (2018)

  • Wakil Presiden Riset, Pelatihan, dan Pengembangan ITS Indonesia (2021–2023)

  • Direktur Kampus ITB Jakarta (2024–2025)

  • Wakil Presiden Riset dan Hubungan Akademis ITS Indonesia (2024–sekarang)

  • Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek

  • Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (2026)


Prestasi Akademik dan Penelitian Yos Sunitiyoso

Selain dikenal sebagai pengajar, Yos Sunitiyoso juga merupakan akademisi yang produktif menghasilkan karya ilmiah. Berdasarkan Google Scholar, fokus penelitiannya meliputi pengambilan keputusan sistemik, dinamika sistem, transportasi, energi, simulasi, hingga perencanaan skenario.

Produktivitas akademiknya tercermin dari lebih dari 50 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, salah satu basis data publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator kualitas penelitian.

Atas kontribusinya di bidang akademik, ITB mengangkat Yos sebagai Guru Besar dalam bidang Pemodelan Keputusan Bisnis pada 2025.

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya karena gelar guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi Indonesia.

Selama berkarier di ITB, ia juga memperoleh berbagai penghargaan, antara lain:

  • Penghargaan Pengajaran ITB (2016)

  • Penghargaan Pengembangan Kelembagaan ITB (2017)

  • Penghargaan Riset dan Inovasi ITB (2024)

Di luar itu, Yos pernah memperoleh beasiswa Fulbright-Ristekdikti Visiting Scholar Program pada 2018 di University of Washington, Amerika Serikat.

Dalam program tersebut, ia mengembangkan penelitian mengenai model dinamika sistem untuk mengevaluasi strategi renovasi bangunan hemat energi.

Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan bahwa keahliannya tidak hanya diakui melalui jabatan struktural, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.


Mengapa Yos Sunitiyoso Dipilih Menjadi Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia?

Hingga saat ini pemerintah belum menjelaskan secara rinci alasan penunjukan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Namun, jika melihat rekam jejaknya, terdapat sejumlah faktor yang dinilai selaras dengan kebutuhan lembaga baru tersebut.

Pertama, Yos memiliki pengalaman panjang di dunia akademik. Ia memahami bagaimana sebuah perguruan tinggi mengembangkan kurikulum, meningkatkan kualitas penelitian, serta membangun kolaborasi internasional.

Kedua, ia memiliki pengalaman birokrasi di Kemdiktisaintek. Pengalaman ini penting karena Universitas Republik Indonesia dirancang sebagai lembaga yang akan mengintegrasikan sejumlah institusi pendidikan pemerintah, termasuk Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Ketiga, bidang keahlian yang ditekuninya berkaitan erat dengan pengambilan keputusan berbasis data. Kompetensi tersebut dinilai relevan untuk membantu membangun tata kelola universitas yang modern, adaptif, dan berbasis bukti.

Jika dicermati, komposisi pimpinan Universitas Republik Indonesia menunjukkan pendekatan yang menarik. Presiden Prabowo menunjuk Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur.

Kombinasi ini mempertemukan dua latar belakang yang saling melengkapi. Donny membawa pengalaman kepemimpinan strategis di bidang pertahanan dan pemerintahan, sedangkan Yos menawarkan perspektif akademik, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Model kepemimpinan semacam ini lazim ditemukan pada institusi pendidikan kepemimpinan di sejumlah negara, di mana pengambil kebijakan didampingi akademisi yang mampu memastikan seluruh proses pembelajaran disusun berdasarkan riset dan praktik terbaik.

Dengan kata lain, pemerintah tampaknya tidak hanya ingin membangun kampus baru, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan kepemimpinan yang menggabungkan pengalaman praktis dengan pendekatan ilmiah.


Simulasi: Bagaimana Keahlian Yos Bisa Diterapkan di URI?

Bayangkan Universitas Republik Indonesia sedang menyusun kurikulum bagi calon pemimpin nasional.

Alih-alih hanya mengandalkan teori kepemimpinan, mahasiswa dapat diberikan simulasi pengambilan keputusan berbasis data. Misalnya, mereka diminta menyusun strategi penanganan krisis pangan, kemacetan, atau transformasi digital dengan menggunakan pendekatan system dynamics dan scenario planning, dua bidang yang selama ini menjadi fokus penelitian Yos Sunitiyoso.

Pendekatan seperti ini memungkinkan peserta didik memahami bahwa kebijakan publik tidak lahir dari intuisi semata, tetapi melalui proses analisis yang mempertimbangkan berbagai kemungkinan dampak jangka pendek maupun jangka panjang.


Apa Peran Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia merupakan lembaga baru yang dibentuk pemerintah untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa.

Pemerintah menyebut URI akan mengintegrasikan sejumlah institusi strategis, seperti Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Konsep tersebut disebut mengadopsi model École nationale d'administration (ENA) di Prancis—kini bernama Institut National du Service Public (INSP)—yang selama puluhan tahun dikenal sebagai lembaga pencetak birokrat dan pemimpin negara.

Dalam konteks tersebut, Wakil Gubernur URI diperkirakan akan memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan akademik, pengembangan kurikulum, kolaborasi riset, serta peningkatan kualitas pendidikan.

Meski rincian tugasnya belum dipublikasikan secara resmi, latar belakang Yos Sunitiyoso menunjukkan bahwa ia memiliki kompetensi untuk mengawal aspek akademik dan inovasi di lingkungan universitas tersebut.


Implikasi Penunjukan Yos Sunitiyoso bagi Pengembangan SDM Indonesia

Penunjukan Yos Sunitiyoso memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar pergantian pejabat.

Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi ruang yang besar kepada akademisi untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui kebijakan pendidikan.

Bagi perguruan tinggi, hal ini menjadi sinyal bahwa kualitas riset dan inovasi semakin mendapat perhatian dalam proses penyusunan kebijakan nasional.

Sementara bagi mahasiswa maupun peneliti muda, rekam jejak Yos memperlihatkan bahwa karier akademik dapat berkembang hingga memegang posisi strategis di pemerintahan apabila dibangun dengan konsisten melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi.


Penutup

Penunjukan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia menjadi babak baru dalam perjalanan karier akademisi yang telah lama berkiprah di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan kebijakan publik.

Latar belakang pendidikannya di Indonesia, Jepang, dan Inggris, pengalaman sebagai peneliti internasional, kepemimpinan di Institut Teknologi Bandung, hingga perannya di Kemdiktisaintek membentuk fondasi yang kuat untuk mendukung pengembangan URI.

Di tengah upaya pemerintah membangun institusi yang berorientasi pada pencetakan calon pemimpin bangsa, kehadiran figur dengan pengalaman lintas akademik dan birokrasi seperti Yos dapat menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Menarik untuk menantikan bagaimana kolaborasi antara kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan di Universitas Republik Indonesia akan membentuk model pendidikan kepemimpinan Indonesia di masa depan. Pantau terus perkembangan topik ini untuk mengetahui langkah-langkah berikutnya dari URI dan jajaran pimpinan barunya.

Baca Juga: Dalam Setahun, Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi yang Diterima di Universitas Top Dunia Naik 150 Persen

Baca Juga: Satukan Standar Bacaan Al-Qur’an, Pesantren Sunanul Muhtadin dan Universitas Sunan Gresik Kembangkan Metode Pembelajaran


FAQ

Apa jabatan Yos Sunitiyoso saat ini?

Yos Sunitiyoso menjabat sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026. Sebelumnya, ia merupakan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Di mana Yos Sunitiyoso menempuh pendidikan?

Ia menyelesaikan S1 Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung, Magister Teknik di Nagaoka University of Technology, Jepang, serta meraih gelar doktor dari University of the West of England, Bristol, Inggris.

Apa bidang keahlian Yos Sunitiyoso?

Bidang keahliannya meliputi pemodelan keputusan bisnis, dinamika sistem, transportasi, energi, simulasi, dan perencanaan skenario yang banyak diterapkan dalam penelitian maupun penyusunan kebijakan.

Mengapa Yos Sunitiyoso dipilih menjadi Wakil Gubernur URI?

Pemerintah belum menjelaskan alasan resminya. Namun, rekam jejaknya sebagai guru besar, peneliti internasional, dan pejabat Kemdiktisaintek menunjukkan kombinasi pengalaman akademik dan birokrasi yang relevan untuk membangun Universitas Republik Indonesia.

Apa itu Universitas Republik Indonesia?

Universitas Republik Indonesia adalah lembaga pendidikan baru yang dibentuk pemerintah untuk mengembangkan sumber daya manusia dan mencetak calon pemimpin bangsa melalui integrasi sejumlah institusi pendidikan strategis.

Apa prestasi akademik Yos Sunitiyoso?

Yos Sunitiyoso telah menerbitkan lebih dari 50 artikel ilmiah terindeks Scopus, meraih berbagai penghargaan dari ITB di bidang pengajaran, pengembangan kelembagaan, serta riset dan inovasi, serta dikukuhkan sebagai Guru Besar SBM ITB pada 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.